Kesehatan
GEJALA BARU Virus Corona, Waspada Tanda Serangan Jantung dan Kerusakan Organ Tubuh
-Mutasi virus corona dan gejala baru covid-19 yang ditimbulkannya patut kita waspadai.
TRIBUN-MEDAN.com -Mutasi virus corona dan gejala baru covid-19 yang ditimbulkannya patut kita waspadai.
Ditemukan gejala pelemahan jantung dan kerusakan organ tubuh lainnya.
Penelitian terbaru tentang Covid-19, ternyata tak sekadar menyerang organ paru-paru.
Virus Corona juga berpotensi merusak jaringan jantung secara permanen.
• KLASEMEN LIGA ITALIA Setelah Hasil AC Milan 1-1 Udinese, Atalanta 5-1 Crotone, Juventus 3-0 Spezia
• Manny Pacquiao Siap Naik Ring Lagi, Mikey Garcia Gak Sabaran Bertarung, Nego Final
Bahkan, pada orang yang memiliki gejala ringan, maupun tidak bergejala sama sekali atau kerap disebut orang tanpa gejala (OTG).
Ketika pandemi Covid-19 muncul, para pakar meyakini infeksi ini utamanya menyerang organ paru-paru.
Namun, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya jumlah pengidap, para pakar menyadari hal lain.
Hasil penelitian dan uji laboratorium virus corona makin sedikit tonjolan protein (spike) makin efisien virus ini terikat dengan sel-sel di tubuh manusia (Fakultas Kedokteran Universitas Zhejiang)
Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan di bulan Juni 2020 di Heart Rhythm, sebanyak 20-30 persen pasien Covid-19 di rumah sakit ternyata menunjukkan tanda-tanda kerusakan jantung.
• NASIB Oknum Lurah Berbuat tak Senonoh pada Wanita Penjaga Warung, Korban Dikurung Dil3cehkan
Saat itu, para peneliti menganggap, kerusakan jantung memang bisa terjadi pada pasien dengan kondisi parah.
Namun, kini ada gambaran yang lebih jelas mengenai itu.
Sebuah penelitian yang diterbitkan pada September 2020 di JAMA Cardiology menunjukkan jawabannya.
Disebutkan, virus tersebut memang dapat membahayakan jaringan jantung, bahkan pada mereka yang memiliki gejala ringan, atau tidak bergejala sama sekali.
Meskipun terlalu dini untuk memastikannya, sebuah penelitian yang diterbitkan di JAMA Cardiology edisi Juli 2020 menunjukkan, kerusakan tersebut mungkin saja terjadi secara permanen.
“Virus ini menginfeksi hampir setiap organ dalam tubuh, dan jantung tidak terkecuali,” demikian penjelasan Direktur Program Hipertensi dan Profesor Kedokteran di divisi kardiologi Rumah Sakit Universitas Johns Hopkins di Baltimore, Amerika Serikat, Oscar Cingolani, seperti dilansir the Healthy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-coronacovid-19.jpg)