Pemimpin Oposisi Rusia Diracun

LOLOS dari Racun Agen Rezim Putin, Alexei Navalny Ditangkap saat Injakkan Kaki di Rusia, Kronologi

Navalny mengukir namanya dalam catatan pemerintahan Putin dengan mengungkap praktik korupsi yang dilakukan secara 'resmi'.

Tayang:
Editor: Tariden Turnip
BBC/EPA
LOLOS dari Racun Agen Rezim Putin, Alexei Navalny Ditangkap saat Injakkan Kaki di Rusia, Kronologi. Alexei Navalny dan istri Yulia berfoto sebelum ditangkap aparat Rusia di kedatangan Bandara Sheremetyevo di Moskow, Rusia (17/01/2021). 

Navalny lalu mengunggah foto dirinya sedang berdiri tanpa bantuan di media sosial dan menuliskan bahwa dokter telah berupaya yang terbaik sehingga dirinya dapat pulih total.

Hasil tes toksikologi menunjukkan "bukti tegas" bahwa Navalny telah diracuni agen saraf kimia kelompok Novichok, kata pemerintah Jerman.

Navalny pingsan dalam penerbangan dari Siberia pada 20 Agustus lalu, dan dipindahkan ke rumah sakit Charité di ibu kota Jerman.

Tim Navalny menuduh racun itu berasal dari perintah Presiden Putin, walaupun Kremlin dengan tegas membantah terlibat.

Siapa Alexei Navalny?
Navalny mengukir namanya dalam catatan pemerintahan Putin dengan mengungkap praktik korupsi yang dilakukan secara 'resmi'.

Ia juga mencap Rusia Bersatu Putin (Putin's United Russia) sebagai "partai penjahat dan pencuri".

Atas perbuatannya, ia dijebloskan ke dalam penjara. Pada tahun 2011 ia ditangkap dan dipenjara selama 15 hari menyusul protes atas kecurangan suara oleh Partai Rusia Bersatu Putin (Putin's United Russia Party) dalam pemilihan parlemen.

Lalu, Navalny pernah dipenjara sebentar pada Juli 2013 atas tuduhan penggelapan, tetapi ia mengecam hukuman itu sebagai bentuk "hukuman politik".

Navalny juga mencoba mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2018 tetapi dilarang karena dakwaan penipuan sebelumnya dalam kasus yang sekali lagi dia sebut bermotif politik.

Navalny juga dijatuhi hukuman penjara selama 30 hari pada Juli 2019 setelah menyerukan protes yang tidak sah.

Dia jatuh sakit selama hukuman penjara itu. Dokter mendiagnosisnya dengan penyakit "dermatitis kontak" tetapi dia mengatakan dia tidak pernah mengalami reaksi alergi akut dan dokternya sendiri menyarankan dia mungkin telah terpapar "beberapa senyawa beracun".

Navalny juga mengatakan mungkin telah diracuni.

Navalny juga menderita luka bakar yang serius di mata kanannya pada tahun 2017 setelah dia diserang dengan pewarna antiseptik.

Serangan lainnya terhadap pengkritik Kremlin
Jika kejadian ini dikonfirmasi sebagai keracunan, serangan sebelumnya terhadap pengkritik-pengkritik terkemuka Presiden Putin akan kembali menjadi sorotan.

Mereka termasuk politisi Boris Nemtsov dan jurnalis Anna Politkovskaya, yang ditembak mati, dan perwira intelijen Alexander Litvinenko, yang meninggal karena keracunan di Inggris.

Jurnalis dan aktivis oposisi Vladimir Kara-Murza masih hidup, tapi menuding telah diracun dua kali oleh dinas keamanan Rusia. Ia hampir meninggal setelah menderita gagal ginjal pada 2015 dan mengalami koma dua tahun kemudian.

Pengkritik Kremlin lainnya, Pyotr Verzilov, menuduh dinas intelijen Rusia meracuninya pada 2018, ketika ia jatuh sakit setelah sidang pengadilan, kehilangan penglihatan dan kemampuannya untuk berbicara.

Pada tahun yang sama, mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal dan putrinya diracuni dengan agen saraf Novichok di kota Salisbury, Inggris.

Inggris yakin agen dari dinas intelijen militer GRU Rusia berada di balik serangan itu, tetapi Kremlin selalu bersikeras mereka tidak terlibat.(bbc news)

Sumber: bbc
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved