Nasib Timor Leste, Jadi Korban Strategi Jebakan Utang China, Bumi Lorosae Mitra Murahan Tiongkok

Cara untuk 'membeli' negara-negara yang akan dijadikan bagian dari jalur sutra tersebut adalah dengan memberi mereka utang untuk membangun negara mere

Reuters
Nasib Timor Leste, Jadi Korban Strategi Jebakan Utang China, Bumi Lorosae Mitra Murahan Tiongkok 

TRIBUN-MEDAN.com - Baru-baru ini publik tiba-tiba heboh oleh strategi jebakan utang yang dilancarkan China pada negara-negara miskin dan berkembang.

China dikabarkan memberikan pinjaman dengan angka sangat fantastis kepada negara-negara yang membutuhkan.

Selanjutnya, cara membayarnya adalah dengan apa pun yang dimiliki negara tersebut.

Isu ini kini ramai karena Indonesia tengah dikabarkan berhutang kepada China.

Sebenarnya jebakan utang China ini bukanlah hal yang baru. 

Sebagai negara yang sangat ingin diakui sebagai negara maju, China sudah berulang kali lakukan berbagai cara untuk lebarkan sayapnya untuk memberi pengaruh di dunia.

Baca juga: Rakyat Timor Leste Memelas Bantuan Jokowi di Pengungsian, Eurico Gutteres Bawa-bawa Nama Wiranto

Baca juga: Kisah Alfredo Reinaldo, Tentara Sakit Hati Timor Leste, Rasis Berujung Nekat Tembak Presidennya

Tentara Australia ketika berada di Timor Leste saat kerusuhan tahun 2006 terjadi
Tentara Australia ketika berada di Timor Leste saat kerusuhan tahun 2006 terjadi (vrijoosttimor.com)

Negara Asia-Pasifik tidak luput dari perhatian mereka.

Serta, negara-negara Asia Tengah maupun Asia Selatan, yang ekonominya masih terbilang belum maju.

Tindakan China ini merupakan bagian dari rencana besarnya untuk membangun jalur sutra baru.

Disebut dengan program Belt and Road Initiative, program ini merupakan upaya China membangun jalur perdagangan baru lewati seluruh Asia untuk mencapai Eropa.

Gunanya adalah agar produk mereka bisa bersaing di pasar internasional.

Cara untuk 'membeli' negara-negara yang akan dijadikan bagian dari jalur sutra tersebut adalah dengan memberi mereka utang untuk membangun negara mereka.

Belt and Road
Belt and Road (Istimewa via Pos-Kupang.com)

Belt and Road Initiative atau One Belt One Road yang dibangun China lewat jalur sutra darat dan laut

Semenjak Presiden China Xi Jinping menjabat pada tahun 2010 lalu, program Belt and Road Initiative sudah diajukan pada tahun 2013.

Namun jebakan utang itu baru mulai terasa sekarang.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved