Rakyat Timor Leste Memelas Bantuan Jokowi di Pengungsian, Eurico Gutteres Bawa-bawa Nama Wiranto

Sejak tahun 1975, orang-orang Timor Leste berjuang memperoleh kemerdekaannya, karena tak mau berada dalam cengkeraman Indonesia.

Reuters
Lebih dari 750.000 orang berhak menentukan suara mereka dalam pemilihan umum legislatif Timor Leste, Sabtu (22/7/2017). 

TRIBUN-MEDAN.com - Rakyat Timor Leste memelas bantuan Jokowi di pengungsian, mantan pemimpin gerilyawan pro NKRI mendadak memohon hal ini pada Indonesia.

Saat Timor Leste merdeka, sebagian penduduknya memilih bergabung dengan Indonesia. 

Sejak tahun 1975, orang-orang Timor Leste berjuang memperoleh kemerdekaannya, karena tak mau berada dalam cengkeraman Indonesia.

Hal itu menyebabkan pemberontakan, oleh milisi Timor Leste yang dikenal dengan Fretilin.

Invasi Indonesia pun tak bisa dihindari, militer Indonesia menyerbu kawasan itu untuk menjaga keutuhan NKRI meski harus bentrok dengan milisi Fretilin.

Hingga akhirnya pada tahun 1999, Timor Leste berhasil memperoleh kemerdekaannya sendiri.

Namun, secara resmi negara tersebut merdeka tahun 2002 setelah referendum PBB, banyak rakyatnya menginginkan kemerdekaan.

Meskipun Timor Leste merdeka, ternyata tak semua rakyatnya menginginkan kemerdekaan.

Di Sulilarang, Distrik Maliana, Timor Leste warga mengeruk tanah kering untuk diolah menjadi garam.
Di Sulilarang, Distrik Maliana, Timor Leste warga mengeruk tanah kering untuk diolah menjadi garam. (Yunaidi Joepoet)

Ada beberapa rakyatnya yang memilih ingin bersama dengan Indonesia hingga mereka memutuskan meninggalkan tanah airnya.

Menurut UCA News, dalam referendum tahun 2002, ada sekitar 21,5 persen atau sekitar 94.388 orang memilih tetap bersama Indonesia.

Sementara lainnya, ada 344.580 orang sekitar 78,5 persen menginginkan kemerdekaan Timor Leste.

Lantas bagaimana nasib mereka yang memilih tetap bersama Indonesia, sementara Timor Leste merdeka?

Banyak di antara mereka yang pulang kampung setelah repatriasi, tetapi lebih banyak yang memilih tinggal di Nusa Tenggara Timur.

Sekretariat Pencegahan Bencana dan Pengungsi Nusa Tenggara Timur mencatat pada tahun 2005 terdapat sekitar 104.436 pengungsi.

Dengan rincian 70.453 orang tinggal di Kabupaten Belu, 11.176 di Timor Tengah Utara dan 11.360 di Kabupaten Kupang.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved