KPU Wanti-wanti Paslon Jangan Coba Lakukan 'Serangan Fajar'. Masyarakat Harus Cerdas Dalam Memilih

Paslon diminta untuk memberikan pendidikan politik yang baik pada masyarakat. Jangan ada politik uang dalam Pilkada Serentak

Editor: Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.com,RAMPAH-Pilkada Serentak tinggal menghitung waktu.

Berbagai persiapan dilakukan para calon kepala daerah untuk merebut hati masyarakat.

Namun, di tengah kesibukan para calon kepala daeran dan tim suksesnya itu, ada kekhawatiran yang muncul tentang politik uang.

Baca juga: KPK Pantau Proses Kampanye Pasangan Calon, Antisipasi Praktik Politik Uang

Sebagaimana pengalaman sebelumnya, politik uang yang lebih tenar dengan istilah ‘Serangan Fajar’ jamak terjadi sebelum pencoblosan, atau persisnya di detik-detik jelang pemilihan.

Terkait masalah ini, KPU Serdangbedagai (Sergai) lantas mewanti-wanti tiap paslon untuk tidak berlaku curang.

Katanya, paslon kepala daerah di Kabupaten Sergai jangan coba-coba melakukan politik uang.

Dia meminta masing-masing paslon memberikan pendidikan politik yang baik di tengah masyarakat.

Baca juga: BREAKING NEWS: Bawaslu Sumut Ingatkan Waspada Kecurangan Pilkada, Praktek Politik Uang e-Money

"Jadi paslon diharapkan tidak melakukan politik uang. Jangan melakukan bagi-bagi uang saat mendekati hari pencoblosan nanti,” kata Komisioner KPU Sergai Ardiansyah Hasibuan, Rabu (25/11/2020).

Dia mengatakan, biasanya serangan fajar ini berlangsung tiga hari sebelum pemilihan, atau pas di hari pemilihan.

“Bisa di tanggal 6, 7 atau 8. Bahkan bisa juga di tanggal 9 nya,” kata Ardiansyah.

Maka dari itu, lanjutnya, semua pihak di Kabupaten Sergai harus sama-sama mengawasi jalannya Pilkada ini.

Jangan sampai Pilkada kali ini dicemari dengan politik uang.

Baca juga: Jelang Pemilihan Wali Kota Binjai, Bawaslu RI Ajak Perempuan Aktif Tolak Politik Uang

“Memang serangan fajar ini terjadi karena ada kesempatan. Ada juga yang memang saat diberi, langsung diterima,” kata Ardiansyah.

Agar masyarakat tidak mudah terpedaya dengan pola-pola semacam ini, KPU Sergai secara berkala melakukan sosialisasi dengan berbagai media yang ada.

Mulai dari radio, hingga media sosial. Bahkan, dalam beberapa kali kesempatan, sosialisasi dilakukan secara tatap muka.

Baca juga: Evaluasi Pemasangan APK, Parpol Kritik Bawaslu Lemah Awasi Praktik Politik Uang

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved