UPDATE HASIL Pilpres Amerika Sementara, Joe Biden Hampir Raih 270 Suara Electoral College, Trump 214
Biden memperoleh 264 electoral vote ( suara elektoral) sedangkan capres petahana Donald Trump memperoleh 214 suara elektoral dalam pilpres AS 2020.
20 Januari 2021: Hari pelantikan
Presiden dan wakilnya dilantik di Gedung Capitol, Washington.
Baca juga: Rincian Besaran Gaji Jaksa Pinangki, Sebulan Terima Rp 19 Juta, Diduga Terima Terima Suap Rp 7 M
(*)
Pengaruh pada China
Saat ini Donald Trump mungkin dianggap menyusahkan China, namun nyatanya China merasa kebijakannya masih dinilai wajar.
Semenatara itu, saat ini Amerika tengah dalam proses transisi kepemimpinan, karena pemilu presiden tengah digelar.
Kandidatnya yang akan menjadi Presidn Amerika adalah Joe Biden dan Donald Trump.
Entah Donald Trump ataupun Joe Biden, keduanya akan memberikan dampak besar pada kebijakan Amerika.
Tentu saja hal ini akan berpengaruh terhadap musuh bebuyutan mereka yaitu China.
Baca juga: Dibalas Sadis! Perawat Ini Bunuh dan Masak Dokter, Berawal Diperas hingga Dipaksa Behubungan Badan
Baca juga: Dibalas Sadis! Perawat Ini Bunuh dan Masak Dokter, Berawal Diperas hingga Dipaksa Behubungan Badan
Menukil 24h.com.vn, pada Senin (02/11/20), entah Donald Trump ataupun Joe Biden, yang bakal menjabat Beijing tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya.
Tentu saja, sikap Amerika yang dipandang Anti-China tidak akan berubah dan tampaknya akan sama saja.
Namun, bukan Joe Biden ataupun Donald Trump yang dianggap membahayan China, tetapi sosok yang diperkirakan akan mencalon diri sebagai Presiden AS 2024 ini yang dipandang berbahaya.
Menurut South China Morning Post, para pemimpin China mempertimbangkan jauh ke depan, mimpi buruk China ini mungkin akan mencalonkan diri menjadi presiden tahun 2024.
Dilansir Tribunmedan.com dari Intisari.Id, sosok yang dimaksud tersebut, ternyata adalah Mike Pompeo.
Baca juga: Ulah Cairan Suami Jelang Bercumbu Mesra, Wanita Ini Nyaris Tewas, Bikin Keringat Dingin di Ranjang
Baca juga: Ada Tanda Merah di Dada Wika Salim, Bikin Otak Karuan hingga Tanya Abang Pilih Janda atau Perawan
Mike Pompeo saat ini tengah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat di bawah rezim Donald Trump.
Bagi Beijing, Mike Pompeo adalah mimpi buruk, diprediksi akan menjadi kandidat teratas dalam perebutan kursi kepresidenan berikutnya.
Joe Biden kemungkinan besar akan menjadi versi 2.0 dari mantan Presiden Barack Obama. Dia akan kembali berbicara dengan Beijing, kata SCMP.
Dan begitu keduanya "berteman" lagi, kandidat Demokrat akan membentuk koalisi global yang luar biasa secara ekonomi dan militer, yang telah dipengaruhi secara negatif oleh kebijakan "America First".
Biden dapat melanjutkan peran kepemimpinannya dalam Trans-Pacific Partnership (TPP), salah satu pencapaian Presiden Obama telah dieliminasi oleh penggantinya, Donald Trump.
Sebaliknya, jika Trump menang, masa jabatan keduanya dapat melihat konsekuensi mengerikan dari perang perdagangan, persaingan teknologi, dan ketegangan diplomatik antar negara.
Konflik di Laut China Selatan atau Selat Taiwan antara Amerika Serikat dan China juga dimungkinkan karena kedua negara meningkatkan aktivitasnya di kawasan tersebut.
Baca juga: Perjuangan Emmanuella Tanzil, Cari Ortu Kandung dari Liverpool ke Sleman, Mulai Rasa Janggal saat SD
Baca juga: Kisah Dona Doni, Duo Abang Adik Pengemis Kaya, Tabungan Rp 130 Juta Terkuak Usai Ditangkap Satpol PP
Namun, dengan sifatnya yang tidak menentu, Presiden Trump mungkin memutuskan untuk meredakan ketegangan untuk sementara waktu.
Sedangkan pada pemilihan presiden AS pada 2024 dan kemungkinan kemenangan yang sangat tinggi bagi Tuan Pompeo akan menjadi "mimpi buruk" bagi pemerintah Beijing.
Sebagai orang yang konservatif, tidak seperti Tuan Trump, Menteri Luar Negeri Pompeo bertugas di militer, jadi dia pasti akan mengambil pendekatan politik yang lebih ketat dan lebih tepat.
Mantan kepala Badan Intelijen Pusat sebelum menjadi Menteri Luar Negeri AS, Pompeo dikenal sebagai sosok yang menentukan dalam kebijakan luar negeri anti-China-nya.
Baca juga: Trump Minta Hentikan Penghitungan Suara, Juru Kampanye Joe Biden Bereaksi: Keterlaluan
Baca juga: Aksi Licik Duo Janda, Terekam CCTV Berbuat Dosa di Mal, Curi Susu Demi Anak saat Pandemi Covid-19
Dialah yang menganalisa dan memberikan tuduhan dan kritik yang membuat para diplomat China sulit merespon, kata SCMP.
Perjalanan terakhir Pompeo ke Asia ke Asia Selatan dan Asia Tenggara pada akhir Oktober dipandang sebagai tindakan mengekang pengaruh Beijing di wilayah tersebut.
Ini dilihat sebagai bukti potensi kepemimpinan Sekretaris Pompeo.
Jadi, menurut banyak pengamat, mulai dari teknologi hingga persenjataan , area apa pun yang dibutuhkan China untuk mengejar ketertinggalannya dengan AS.
China harus melakukannya dengan cepat dalam empat tahun ke depan. Beijing perlu bersiap untuk sesuatu yang jauh lebih buruk yang dapat muncul dari Washington.
(*)
Baca juga: GEMPA di Banten Hari Ini, Magnitudo 5,2 BMKG Imbau Warga Tetap Tenang, Dirasakan di Sejumlah Wilayah
Dikutip dari kompas.com, Intisari.grid.id dan Kompas.com
UPDATE HASIL Pilpres Amerika Sementara, Joe Biden Hampir Raih 270 Suara Electoral College, Trump 214
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/joe-biden-dan-donald-trump-joe-biden-dan-donald-trump.jpg)