Ibadah Umrah Kembali Dibuka, Kemenag Sumut Ingatkan Jamaah Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Pemerintah Saudi Arabia kembali membuka ibadah umrah kepada jamaah di seluruh dunia dengan protokol kesehatan di tengah pandemi saat ini.

Editor: Juang Naibaho
arabnews
Umrah perdana di tengah pandemi 

TRIBUN-MEDAN.com, Medan - Pemerintah Saudi Arabia kembali membuka ibadah umrah kepada jamaah di seluruh dunia dengan protokol kesehatan di tengah pandemi saat ini.

Kasubag Umum dan Humas Kemenag Sumut, Muhammad Darwis mengungkapkan rasa syukurnya perjalanan umrah akan dibuka kembali untuk para jamaah.

Terkait penerbangan perdana pada Minggu (1/11/2020) semalam, Darwis membenarkan jika keberangkatan diberlakukan kepada para agent tour and travel.

"Iya dari pusat ada 300an, jadi satu pesawat. Yang berangkat ini para agent untuk memastikan lebih lanjut pelaksanaan umrah dan protokol kesehatan disana," ungkap Darwis kepada Tribun Medan, Senin (2/11/2020).

Hingga saat ini, Darwis belum bisa memastikan kuota terkini untuk umrah. Ia sendiri menuturkan bahwa kemungkinan perjalanan umrah akan berjalan seperti biasanya.

"Kuota untuk Sumut belum ada. Yang jelas untuk tahap awal sudah dibuka. Namun keberangkatan umrah ke Saudi Arabia berjalan seperti biasa aja. Untuk ini Belum ada pembicaraan lebih lanjut," ujarnya.

Adapun beberapa regulasi penyelenggaraan umrah di masa pandemi, diantaranya para jamah harus berusia 18-50 tahun. Kedua, Jamaah memiliki bukti bebas Covid-19.

Kemudian, Jamaah memesan hotel berikut dengan karantina minimal 3 hari, transportasi lengkap antara gerbang masuk dan hotel, asuransi lengkap, transportasi lengkap antara hotel, Masjidil Haram dan miqot. Setiap grup harus didampingi pemandu profesional.

Selanjutnya, Jamaah harus patuh terhadap protokol kesehatan sejak datang hingga kembali ke negaranya masing-masing.

Penyelenggara umrah wajib memberikan data passport yang valid dan khususnya tanggal lahir untuk menyesuaikan syarat umur jamaah umrah.

Kemudian, Jamaah dari luar Saudi akan dibagi beberapa grup, setiap grup minimal 50 jamaah dan setiap group harus didampingi tour leader, memesan program dalam 1 paket yang disesuaikan dengan waktu pelaksanaan umrah dan ziarah yang sudah didaftarkan dalam aplikasi Eatamarna, khusus bagi jamaah luar negeri.

Dan terakhir, Penyelenggara Saudi bertanggung jawab atas pengajuan program jamaah umrah (hotel, transportasi, handling lapangan, asuransi, akomodasi konsumsi) dan memberikan yang terbaik dalam pelayanan.

Terkait pembukaan kembali perjalanan umrah, Darwis juga menegaskan agar para jamaah dapat menjaga batasan-batasan sesuai dengan protokol kesehatan.

"Yang terpenting adanya batasan-batasan untuk pelaksanaan umrah untuk melakukan protokol kesehatan . Untuk Swab atau Rapid tes pasti akan dilakukan karena sebagai bagian penetapan protokol kesehatan kan," ucap Darwis.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved