Viral Video Pejabat Humbahas Terima Uang
Polda Sumut juga Telusuri Video Viral Pejabat Humbahas Terima Segepok Uang Diduga Fee Proyek
Polda Sumut tengah melakukan penelusuran video yang viral di medsos terkait penyerahan uang diduga fee proyek di Pemerintah Kabupaten Humbahas
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polda Sumut tengah melakukan penelusuran video yang viral di medsos terkait penyerahan uang diduga fee proyek di Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara.
Dalam video tersebut, ada percakapan fee proyek yang menyebutkan bahwa bupati merestui pemberian fee proyek 10 persen kepada oknum pejabat yang berada di video tersebut.
Tribun Medan mencoba konfirmasi kepada Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut Kombes Rony Samtana.
Melalui WhatsApp, ia mengungkapkan bahwa pihaknya masih memverifikasi kebenaran info yang beredar itu.
"Kita sedang verifikasi kebenaran infonya," ujarnya dengan singkat.
Diketahui, sebuah video beredal viral di medsos Facebook yang memperlihatkan dugaan Kepala Dinas Pertanian Humbahas Junter Marbun menerima sejumlah uang fee proyek dari rekanan.
Video yang diunggah oleh akun bernama Jamoto Lumban Gaol di grup Kabar-kabari Humbang Hasundutan itu berdurasi 9.11 menit.
Awalnya seorang pria menyuruh rekannya mengeluarkan uang dan memberikannya kepada Junter Marbun yang duduk di belakang meja.
"Lean, leanton hepengi, pasahat ma (Beri, berikan saja uangnya)," kata pria tersebut.
Kemudian Junter menolak dari belakang meja dan menyarankan agar uang tersebut disimpan sementara.
"Nasongon dia do haroa, nahurang do (Bagaimana rupanya, apa uang ini kurang?)," kata Junter.
Pria diduga rekanan itu berharap setoran bisa diterima dengan 10 persen.
Sempat ada tawar menawar besaran fee proyek paket pekerjaan yang ditenderkan.
"Sadia ndang moru asa binoto. Mangelek hami 10. Hami nadua do mangkarejoi. Jadi artina diorui abang saotik nai ndang boi be? Biasa tender 10 persen do. Nunga godang disukkun hami. Sampe mangido tolong iba tu bupati. Jala dioloi do (Berapa tidak kurang biar kami tahu. Kami minta 10. Kami dua yang kerjakan. Berarti abang tidak bisa kurangi sedikit pun? Biasa dalam tender 10 persen saja. Sudah banyak kami tanya. Sampai minta bantu sama bupati. Dia juga mau)," kata pria yang diduga penyedia jasa itu.
Dalam video itu akhirnya penyerahan uang pun terlihat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kadis-humbahas-berinisial-jm-menerima-fee-proyek-dari-rekanan.jpg)