Salah Satu Komoditi Strategis, Humbahas Kembangan Pertanian Bawang Putih 

Ia menuturkan, bawang putih merupakan salah satu komoditi strategis dalam menjaga ketahanan pangan.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan/HO
Bupati Humbahas Oloan Nababan bakal mengembangkan pertanian bawang putih di kawasan Food Estate di Desa Riaria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas. 

TRIBUN-MEDAN.com, DOLOKSANGGUL - Bupati Humbahas Oloan Nababan bakal mengembangkan pertanian bawang putih di kawasan Food Estate di Desa Riaria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas.

Ia menuturkan, bawang putih merupakan salah satu komoditi strategis dalam menjaga ketahanan pangan.

“Kabupaten Humbang Hasundutan memiliki potensi yang sangat baik untuk pengembangan bawang putih, sehingga perlu dukungan serius dari pemerintah dan pihak swasta," ujar Oloan Nababan, Minggu (31/8/2025).

"Melalui kelompok tani, kita berharap bantuan sarana produksi pertanian dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” sambungnya.

Baca juga: 8 Manfaat Bawang Putih yang Menakjubkan Bagi Kesehatan Tubuh

Ia menyampaikan, melalui sumber dana APBN Tahun Anggaran 2025, Kementerian Pertanian memberikan bantuan kepada kelompok tani pelaksana kegiatan di Kawasan Food Estate seluas 20 hektare.

"Bantuan tersebut berupa benih bawang putih, pupuk organik anorganik, mulsa, dolomit, bahan pengendali OPT, HOK, serta penyuluhan dan pendampingan budidaya bawang putih," sambungnya.

Ia menjelaskan beberapa tujuan dari program tersebut. Pertama, mengendalikan inflasi melalui pengembangan bawang putih yang merupakan salah satu komoditi paling berpengaruh terhadap harga pangan.

Kedua, mendukung program swasembada bawang putih dan pemberdayaan masyarakat melalui kelompok tani. Ketiga, meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat ketahanan pangan khususnya di Kabupaten Humbang Hasundutan.

Keempat, menjadikan Humbang Hasundutan sebagai sentra pengembangan benih dan produksi bawang putih.

"Kita berharap agar kegiatan ini tidak hanya berhenti pada penanaman pertama, tetapi dapat berkelanjutan melalui penanaman kembali. Dengan demikian, ketersediaan bawang putih baik untuk konsumsi mau pun benih dapat terus terjaga, tidak hanya untuk kebutuhan daerah tetapi juga bagi kepentingan nasional," sambungnya.

Sebelumnya, Tim Ahli Sayuran Kementerian Pertanian RI Van Basten yang juga sebagai pembicara pada sosialisasi tersebut menyampaikan, maksud kehadirannya untuk mengawal program penanaman khususnya sayuran dan tanaman herbal.

"Setelah penugasan itu, perintah Menteri Pertanian agar kita fokus pada pengembangan bawang putih, karena merupakan impor terbesar hortikultura," tutur Van Basten.

"Pengembangan bawang putih ini akan dimulai pada bulan Oktober dan rencanaya akan panen sekira bulan Januari 2026," pungkasnya.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved