Penyerangan Satgas Covid-19 di Lapak Judi Ternyata Dikomandoi Pria Cepak, Warga Diprovokasi
Lapak judi tembak ikan di Jalan Veteran, Kecamatan Labuhan Deli dibekingi pria cepak
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Penyerangan terhadap Satuan Tugas atau Satgas Penanganan Covid-19 Medan, Binjai dan Deliserdang atau Mebidang saat melakukan razia masker di tempat judi tembak ikan Jalan Veteran, Kecamatan Labuhan Deli pada Rabu (21/10/2020) tengah malam lalu menjadi sorotan masyarakat.
Apalagi, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi sampai turun ke lokasi.
Belakangan terungkap, bahwa Penyerangan Satgas Covid-19 di Lapak Judi Ternyata Dikomandoi Pria Cepak.
Baca juga: Judi Tembak Ikan Merajalela di Pantai Labu, Warga Mengamuk Hancurkan Mesin Judi di Dua Desa
Menurut warga yang tinggal tak jauh dari lokasi perjudian, malam itu sempat beredar kabar adanya perampokan uang di kasir pengelola judi oleh petugas Satgas Covid-19.
Mendengar informasi itu, sebagian pemuda yang kabarnya kerap menerima uang bulanan dari pengelola judi ramai-ramai mendatangi lokasi.
Sejurus kemudian, pria cepak yang merupakan pengawas di lokasi judi melemparkan batu ke arah petugas Satpol PP.
"Setelah pengawas melempar batu, keributan pun membesar.
Pemuda di sini terprovokasi karena isu perampokan uang puluhan juta di laci kasir judi tembak ikan.
Yang menghubungi pemuda di sini pengawas judi," kata BA, sumber Tribun Medan, Jumat (23/10/2020).
Baca juga: DORR Polisi Letuskan Senjata Tiga Kali, Bubarkan Kelompok Bertikai di Samosir Soal Judi Tembak Ikan
Sumber mengatakan, setelah keributan meluas, pria cepak pengawas judi lantas meminta massa untuk mengepung lokasi.
Pria cepak ini mengkoordinir massa agar petugas mau menyerahkan uang judi yang sempat disita.
Selain itu, pria cepak ini mengkoordinir agar massa mendesak Satgas Covid-19 melepaskan semua pekerja judi.
"Hampir tiap hari pengawasnya itu di sini. Jadi orangnya ada lima sampai enam orang.
Mereka punya tugas beda-beda. Kalau ke sini, pakai baju biasa," kata BA.
Baca juga: Kumpul-kumpul Saat Corona, Polres Taput Tangkap Tiga Pemain dan Penyedia Lahan Judi Tembak Ikan
Selain mengamankan lapak perjudian, sejumlah pria cepak ini ada yang bertugas membagi-bagikan uang kepada pihak terkait.
Tujuannya, agar lapak judi itu berjalan aman tanpa gangguan.
"Semua orang tahu lapak judi ini.
Tapi bisa aman-aman saja, ya karena setorannya kencang kemana-mana.
Pemiliknya bisa bayar siapa aja," kata sumber.
Tidak hanya itu, sumber mengatakan bahwa pemilik lapak judi ini punya lokasi lain yang berada di kawasan Marelan.
Baca juga: Rumahnya Jadi Tempat Judi Tembak Ikan, Oknum Polisi di Lintong Nihuta Ditangkap
Lapak judi ini tidak hanya menyangkut tembak ikan saja, disebut-sebut juga meliputi perjudian dadu goncang.
"Pengelola judi tembak ikan ini satu grup dengan di Pasar 8 Marelan.
Dia banyak yang backingi, makanya enggak ada yang berani gerebek," kata sumber.
Disinggung lebih lanjut mengenai lapak judi tersebut, sumber mengatakan bahwa pemilik pernah menganiaya seorang wartawan media cetak di Medan.
Kala itu, wartawan tersebut dianiaya oleh orang suruhan pengelola, termasuk pengawas berpenampilan cepak.
Baca juga: TERUNGKAP di Sidang PN Binjai, Tersangka Judi Tembak Ikan Berkurang
"Penganiayaan wartawan kemarin itu, di sini juga lokasinya.
Itu yang melakukan pria cepak suruhan pemilik judi lah," kata sumber.
Disinggung lebih lanjut mengenai identitas pria cepak beserta timnya yang sering ke lokasi, sumber enggan merinci.
Dia mengatakan, kalaulah intelijen aparat penegak hukum mau benar-benar bekerja dan terbuka, pasti ketahuan siapa-siapa saja pengawas yang membackingi lapak judi itu.
"Orang di sini rata-rata cuma tahu nama panggilan aja.
Dimana bertugasnya, kita kan gak bisa sembarangan sebut. P
ihak terkait yang lebih tahu," katanya.
Baca juga: Dibekingi Aparat, Satpol PP Siantar Takut Menindak Pedagang Pulsa
Disinggung lebih lanjut mengenai kondisi lapak judi setelah penyerangan Satgas Covid-19 kemarin, sumber mengatakan bahwa rekaman CCTV di lokasi sudah dihapus pria cepak yang merupakan pengawas.
Pria cepak itu takut identitasnya terbongkar.
"CCTV di tempat judi langsung dihapus mereka. Bukan karena komputernya rusak.
Tapi di tempat lain yang masih satu kawasan ini kan ada juga CCTV nya," kata sumber.
Kalau pihak terkait mau serius mengusut siapa pelaku penyerangan Satgas Covid-19, lanjut sumber, maka penegak hukum bisa mengamankan CCTV di bangunan lain, yang berdekatan dengan lapak judi.
Baca juga: Puluhan Imigran Gelap Dibekingi Oknum Kemenkum HAM
"Tapi saya yakin, kasusnya pasti hilang gitu aja ini. Uang pengelola judi ini banyak, siapa aja bisa dibayar," kata sumber.
Kalaupun kasus ini berlanjut, sumber memprediksi yang akan menjadi tumbal hanya pemuda yang terprovokasi kemarin.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi kembali mendesak aparat penegak hukum memproses kasus ini.
Dia mengatakan, karena kasus ini sudah diambil alih kepolisian, maka dia berharap aparat terkait bisa menangkap dalang dan pelaku penyerangan Satgas Covid-19.
Edy pun menyarankan agar Wakil Satgas Penanganan Covid-19 Kolonel Azhar Mulyadi segera membuat laporan.
Baca juga: Tiga Jenderal Beking Sang Joker Dicopot, Akhirnya Pelarian Djoko Tjandra selama 11 Tahun Berakhir
"Kita harap ini agar segera terselesaikan. Cari orangnya itu, saya pengen tau siapa yang punya itu," kata mantan Pangdam I/Bukit Barisan ini.
Menurutnya, apa yang dilakukan para penyerang merupakan bentuk perlawanan terhadap hukum dan negara.
Sebab, kata dia, petugas yang datang ke lokasi itu hendak menegakkan aturan yang dibuat oleh negara, yakni dalam bentuk Operasi Yustisi.
"Tempat judi itu beroperasi dan tidak mengindahkan protokol kesehatan, malah melawan kepada petugas," katanya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja beralasan pihaknya belum menerima data.
Baca juga: Terungkap Hubungan Brigpol Rangga Mau Bekingi Pelaku Tawuran, Tembak Mati Bripka Rachmat
Namun, dia tak menjelaskan data apa yang dimaksud.
Apakah data menyangkut pria cepak, atau justru data soal kebenaran Satgas Covid-19 dituduh mengambil uang.
"Belum menerima data. Saya juga masih menunggu," katanya.
Berkaitan dengan kasus ini, dua petugas Satpol PP mengalami luka di bagian kepala akibat terkena lemparan batu.
Kemudian, tiga kendaraan milik Satgas Covid-19 rusak.
Baca juga: Pria Ini Berurusan dengan Polisi Setelah Sebut Kapolres Bekingi Judi Jackpot
Intelijen "Mandul"
Direktur Pusat Studi Pembaharuan Hukum dan Peradilan (Pushpa) Sumatera Utara, Muslim Muis mengkritisi kinerja intelijen aparat penegak hukum, terkait penyerangan Satgas Covid-19 di lapak judi tembak ikan.
Menurut Muslim, intelijen penegak hukum "mandul".
Sehingga, lapak judi yang berada di kawasan terbuka itu tak tersentuh hukum.
"Penegak hukum kan tahu dimana lapak judi. Intelnya masa tidak bergerak, seharusnya kan sudah tahu duluan.
Kalau mereka sudah bekerja, mereka pasti sudah tahu, apalagi dari laporan masyarakat," kata Muslim, Jumat (23/10/2020).
Baca juga: Polisi Diduga Bekingi Arena Judi Samkwan Beomzet Ratusan Juta di Binjai
Mantan Wakil Direktur LBH Medan ini mengatakan, terjadinya penyerangan Satgas Covid-19 yang dilakukan sekelompok orang di areal perjudian merupakan bentuk nyata dari sikap pembiaran aparat penegak hukum.
Katanya, aparat penegak hukum seolah-olah tutup mata dengan lokasi perjudian itu.
"Terkait adanya dugaan backing dari pihak lain, seharusnya mereka sudah tahu.
Ini masa tidak tahu, berarti ini namanya ada pembiaran.
Makanya kita minta, kepolisian bekerja untuk itu, jangan ada pembiaran," ujarnya.
Baca juga: Oknum Polisi Bekingi Curanmor
Muslim berharap, jajaran Polda Sumut bisa mengungkap siapa saja pelaku penyerangan ini, termasuk menangkap pemilik lokasi perjudian.
Jika polisi tidak memproses kasus ini, tentu publik akan bertanya-tanya tentang keprofesionalan polisi.
Masih berani tidak menegakkan hukum.
"Kita minta bekerja dengan bagus. Perbuatan jahat itu jangan dibiarkan.
Kalau memang tidak mampu diganti.
Ini sudah kejahatan namanya, pihak kepolisian sudah melakukan pembiaran.
Itu sudah melanggar HAM," pungkas Muslim.(wen/mft/cr13)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/lapak-judi-tembak-ikan.jpg)