Penanganan Covid
Antisipasi Kasus Covid-19 Saat Libur Panjang, Satgas Covid-19 Karo Batasi Tempat Wisata 30 Persen
Pelaksana Harian (Plh) Ketua Satgus Covid-19 Karo Mulia Barus, mengaku untuk menghadapi libur panjang ini pihaknya telah mengeluarkan surat edaran.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Juang Naibaho
Namun, ia belum mengetahui bagaimana teknis di lapangan, apakah nantinya kembali membuat posko.
"Ya intinya sudah kita surati dan kita bahas juga kemarin, kalau teknis di lapangan kita lihat lagi bagaimana mereka apakah akan dijalankan atau tidak. Mungkin masih terkendala dengan anggaran atau sebagainya," ucapnya.
Lebih lanjut, selain telah menentukan berapa banyak tamu yang boleh datang dari jumlah kapasitas, mulia mengatakan pihaknya juga mengimbau kepada seluruh pemilik lokasi wisata dan jasa agar tetap menerapkan protokol kesehatan.
Ia mengatakan, bagi para tamu yang datang diwajibkan untuk menggunakan masker dan pemilik lokasi wisata juga harus menyediakan tempat untuk mencuci tangan.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo Drg Irna Safrina Meliala M.kes menjelaskan, jika nantinya di beberapa titik kembali diberlakukan pos pihaknya siap diperbantukan.
Ia menyebutkan, seperti sebelumnya saat pembatasan sosial pertama kali diterapkan pihaknya akan kembali menerapkannya jika pos pembatasan kembali diterapkan.
"Ya kalau kita dari dinas kesehatan, tetap akan berkoordinasi dengan instansi terkait. Kalau kita yang jelas akan menerapkan protokol kesehatan mulai mengecek pengunjung apakah menggunakan masker atau tidak, dan juga kita lakukan pengecekan suhu tubuh," katanya.
Lebih lanjut, Irna mengatakan memang sesuai dengan anjuran dari pemerintah pusat agar masyarakat tetap di rumah walaupun ada waktu libur panjang.
Terlebih, jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Karo masih terus bertambah.
Dengan pembatasan pengunjung yang datang, tentunya berbanding lurus dengan bagaimana pendapatan dari pelaku usaha yang ada di objek-objek wisata.
Pengurangan ini, pastinya menjadikan pendapatan pemilik usaha ikut berkurang dari biasanya.
Seorang pelaku usaha jasa foto di Gundaling, Malindo Sembiring, mengaku cukup khawatir dengan adanya kebijakan ini.
Menurut dia, hari biasa saja tidak semua wisatawan ingin menggunakan jasanya.
"Ya gimana ya bang, biasa saja kadang penghasilan enggak tentu, apalagi kalau dibatasi yang datang," ucapnya.
Ketika ditanya mengenai penerapan protokol kesehatan yang ada, dirinya mengatakan hingga saat ini penerapan protokol kesehatan di lokasi wisata sampai saat ini masih terbilang minim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/wisatawan-di-gundaling-berastagi.jpg)