[ FAKTA ] Siswa SMK Nikahi 2 Gadis dalam Sebulan, Istri Pertama Baru Lulus SMP dan Kedua Masih SMA
Istri pertama Rizal berinisial F baru saja lulus dari bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan belum sempat mendaftar SMA.
"Kasus pernikahan anak setiap tahun terjadi, tidak hanya masa Covid-19, tetapi ada peningkatan periode yang sama dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu 19 kasus yang dilaporkan ke kami, saat ini sampai Juli sudah 15 kasus," kata Asrul saat dhubungi.
Menurut Asrul ada beberapa faktor yang menyebabkan pernikahan dini, di antaranya ekonomi dan hamil di luar nikah.
"Terlepas ada Covid atau tidak, untuk alasan banyak faktor, ada suka sama suka, accident, alasan ekonomi, dan faktor lainnya," ucap Asrul.
Dihimpun dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, kasus pernikahan anak sekolah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selama pandemi Covid-19 tak hanya terjadi di tingkat SMP.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB mencatat ada 148 siswa SMA yang memutuskan menikah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Aidy Furqan yang dikutip dari liputan INews, menjelaskan, kasus pernikahan siswa SMA itu terungkap dari inventarisasi jumlah siswa yang menikah dari 131 SMA di NTB.
“131 sekolah (SMA) itu mengisi instrumen online dan hasil inventarisasinya jumlah siswa mereka yang menikah tercatat sekitar 148 siswa terhitung sejak Juli hingga September 2020 ini,” katanya. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Terlalu Lama Tak Masuk Sekolah, 7 Siswa SMP dan SMA Memutuskan Menikah"
![[ FAKTA ] Siswa SMK Nikahi 2 Gadis dalam Sebulan, Istri Pertama Baru Lulus SMP dan Kedua Masih SMA](https://asset.tribunnews.com/_iVb8q19jr2aros1fmSDKqQ2mwE=/1200x675/filters:upscale():quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pernikahan-siswa-smk.jpg)