[ FAKTA ] Siswa SMK Nikahi 2 Gadis dalam Sebulan, Istri Pertama Baru Lulus SMP dan Kedua Masih SMA
Istri pertama Rizal berinisial F baru saja lulus dari bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan belum sempat mendaftar SMA.
TRIBUN-MEDAN.com - Kurang dari sebulan, Ahmad Rizal (18), pelajar SMK asal Lombok Barat, NTB, menikahi dua gadis.
Istri pertama Rizal berinisial F baru saja lulus dari bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan belum sempat mendaftar SMA.
Sepekan kemudian atau Senin (12/10/2020), Rizal menikahi M, yang masih duduk di Madrasah Aliah.
Istri pertama Rizal, F awalnya tak menyangka Rizal akan menikahi M.
“Saya kira dia (Mariani) itu tamu datang menjenguk, eh ternyata itu.... Perasaan pasti kecewa, tapi ya ini sudah terjadi, ya harus mencoba bahagia,” kata F, Sabtu (17/10/2020).
Ayah Rizal, Ayuni juga tak menyangka anaknya kurang dari sebulan akan menikah dua kali.
Ayuni menceritakan, awalnya, M bersama orangtuanya mendatangi rumahnya.
Orangtua M meminta Rizal agar bertanggung jawab untuk menikahi anak mereka.
Namun, Ayuni enggan menjelaskan tanggung jawab yang dimaksud.
“Pas lagi tidur itu, saya kaget datang keluarga M minta untuk dinikahkan. Waktu itu ibunya sempat pingsan. Ya, karena disuruh untuk nikah ya kita terima dan harus tanggung jawab,” tutur Ayuni.
Acara pernikahan M dan Rizal digelar dengan maskawin Rp 1 juta.
Total biaya pisuka dan resepsi pernikahan Rizal dengan dua istrinya ditaksirkan menghabiskan Rp 50 juta.
Ayuni berharap agar Rizal yang saat ini duduk di kelas XIl dapat meneruskan sekolahnya hingga mendapatkan ijazah.
(Penulis Kontributor Lombok Tengah, Idham Khalid)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Siswa SMK Nikahi 2 Gadis dalam 2 Pekan, Istri Pertama Baru Lulus SMP, yang Kedua Masih SMA", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2020/10/18/09420041/siswa-smk-nikahi-2-gadis-dalam-2-pekan-istri-pertama-baru-lulus-smp-yang?page=all#page2.
Terlalu Lama Tak Sekolah Ujungnya Menikah
Berita Sebelumnya, gara-gara terlalu lama tak masuk sekolah, sejumlah siswa di Lombok Timur memilih menikah.
Setidaknya ada tujuh siswa di madrasah aliyah (setingkat SMA) dan madrasah tsanawiyah (setingkat SMP) yang melakukan pernikahan dini. ( siswa SMP pilih menikah karena kelamaan tak sekolah )
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Timur Arqom membenarkan bahwa salah satu alasan tujuh siswa menikah karena terlalu lama tidak masuk sekolah.
Adapun para siswa diminta belajar dari rumah sejak Maret karena pandemi Covid-19.
"Ya di samping alasan itu (tidak masuk sekolah), ada faktor lain yang menyebabkan pernikahan dini," kata Arqom saat dihubungi, Selasa (25/8/2020).
Faktor lainnya, kata Arqom karena para siswa suka sama suka.
Sebanyak tujuh siswa yang menikah itu terdiri dari lima siswa MA dan dua siswa MTs.
Mereka berasal dari Kecamatan Aik Mal dan Wanasaba.
Diakui Arqom bahwa di wilayah tersebut memang kerap terjadi pernikahan dini sehingga dua wilayah itu menjadi wilayah binaan Kemenag dalam pencegahan pernikahan usia dini.
Pembinaan yang dilakukan dengan tetap melakukan sosialisasi, penyuluhan tentang pernikahan dini.
Namun, selama Covid-19, kegiatan tersebut tertunda.
Menurut Arqom angka pernikahan dini di sekolah madrasah lebih rendah dari pada sekolah umum yang mencapai belasan kasus.
"Lebih banyak siswa sekolah umum, kalau tidak salah mencapai 18 orang," kata Arqom.
Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3KB) Lombok Timur Asrul Sani mengatakan, tren kasus pernikahan dini meningkat setiap tahunnya.
"Kasus pernikahan anak setiap tahun terjadi, tidak hanya masa Covid-19, tetapi ada peningkatan periode yang sama dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu 19 kasus yang dilaporkan ke kami, saat ini sampai Juli sudah 15 kasus," kata Asrul saat dhubungi.
Menurut Asrul ada beberapa faktor yang menyebabkan pernikahan dini, di antaranya ekonomi dan hamil di luar nikah.
"Terlepas ada Covid atau tidak, untuk alasan banyak faktor, ada suka sama suka, accident, alasan ekonomi, dan faktor lainnya," ucap Asrul.
Dihimpun dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, kasus pernikahan anak sekolah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selama pandemi Covid-19 tak hanya terjadi di tingkat SMP.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB mencatat ada 148 siswa SMA yang memutuskan menikah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Aidy Furqan yang dikutip dari liputan INews, menjelaskan, kasus pernikahan siswa SMA itu terungkap dari inventarisasi jumlah siswa yang menikah dari 131 SMA di NTB.
“131 sekolah (SMA) itu mengisi instrumen online dan hasil inventarisasinya jumlah siswa mereka yang menikah tercatat sekitar 148 siswa terhitung sejak Juli hingga September 2020 ini,” katanya. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Terlalu Lama Tak Masuk Sekolah, 7 Siswa SMP dan SMA Memutuskan Menikah"
![[ FAKTA ] Siswa SMK Nikahi 2 Gadis dalam Sebulan, Istri Pertama Baru Lulus SMP dan Kedua Masih SMA](https://asset.tribunnews.com/_iVb8q19jr2aros1fmSDKqQ2mwE=/1200x675/filters:upscale():quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pernikahan-siswa-smk.jpg)