Update Covid19 Sumut 15 Oktober 2020
Ekonomi Sumut Terdampak Covid-19, Gubernur Edy Harapkan Sinergi dengan OJK Terus Terjaga
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan, Pandemi Covid-19 bukan hanya menyerang manusia, tetapi perekonomian juga terdampak akibatnya.
Penulis: Satia | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan, Pandemi Covid-19 bukan hanya menyerang manusia, tetapi perekonomian juga terdampak akibatnya.
Bahkan, beberapa sektor bisnis sudah mulai gulung tikar, akibat dampaknya. Salah satunya sektor ekonomi yang terpuruk akibat Covid-19, lantaran penurunan daya beli, yaitu Usaha Mikro Kecil dan mlMenengah (UMKM), Kamis (15/10/2020).
Untuk itu sinergi dari berbagai pihak yang berasal dari beragam sektor harus terus ditingkatkan atau terjaga.
Di bidang jasa keuangan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) senantiasa bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumut.
“Sinergi yang dilakukan merupakan usaha bersama dan motor penggerak pemulihan ekonomi. Ini membutuhkan energi, pemikiran serta kebijakan yang sigap dan tepat,” katanya, saat menerima audiensi OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman, Kota Medan.
Selain itu, Edy mengharapkan TPAKD dapat terus membuat program yang riil dan membantu masyarakat, khususnya UMKM yang membutuhkan akses keuangan.
“Tolong ini riil untuk UMKM, agar bisa dapat akses keuangan dengan mudah, berbuatlah yang terbaik,” ucapnya.
Sebagai informasi, saat ini sudah ada 4 TPAKD kabupaten/kota di Sumut. Akan ada 29 TPAKD kabupaten/kota lagi yang dikukuhkan oleh Gubernur. Menurut Kepala OJK Regional 5 Sumbagut Yusuf Ansori, Sumut adalah provinsi tercepat dan terbanyak yang membentuk TPAKD.
Yusuf memaparkan beberapa program kerja TPAKD Sumut, antara lain percepatan pembentukan Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Sumut, sinergi program Laku Pandai 'One Village One Agen' dengan program sembako, menuju UMKM Sumut Yang Bermartabat dan Berdaya Saing Global.
Selanjutnya swasembada dan ketahanan pangan, optimalisasi sektor kelautan perikanan dan akselerasi serta perluasan Gerakan 'Ayo Menabung'.
Yusuf melanjutkan, saat ini di 4.577 desa/kelurahan sudah terbentuk masing-masing satu agen Laku Pandai atau Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif.
Selain itu, saat ini sudah ada 2.642.915 pelajar di Sumut yang telah memiliki rekening di bank.
Kedua hal tersebut merupakan salah satu contoh realisasi program kerja TPAKD Sumut.
Yusuf juga menyampaikan, OJK terus mendorong perbankan untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Per September 2020, penyaluran KUR sebanyak Rp5,25 Triliun untuk 132.073 debitur.
Sektor terbanyak disalurkan kepada sektor produksi yakni pertanian, pengolahan, perikanan dan lain lain sebesar 65,77%. Sementara sektor lainnya yakni non produksi atau dari perdagangan sebesar 34,33%. "Sumut merupakan tertinggi ke-6 secara nasional dan ke-2 untuk provinsi luar Jawa," ujar Yusuf
(Wen/Tribun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/gubernur-audiensi-dengan-ojk.jpg)