Ciptakan Sanitasi Bersih, PDAM Tirtanadi Sumut Berlakukan Layanan Kelola Limbah Tinja

Program ini dilakukan untuk meminimalisir pencemaran tanah dan pemanfaatan kembali tinja menjadi biogas dan pupuk.

TRIBUN MEDAN/KARTIKA
KANTOR PDAM Tirtanadi Sumut. 

Tri bun-Medan.com, Medan - Pembuangan tinja yang tidak baik akan memberikan dampak buruk terhadap lingkungan seperti berpotensi tercemarnya air tanah.

Meminimalisir hal tersebut, PDAM Tirtanadi Sumut berinovasi mengadakan program inovasi Sanitasi bersih Layanan Limbah Tinja Terjadwal (L2T2) dan Layanan Limbah Tinja Tak Terjadwal (L2T3) yang telah dilaksanakan pada bulan Agustus lalu.

Kabid Publikasi dan Komunikasi PDAM Tirtanadi, Muhammad Adenin Ginting mengungkapkan, program ini dilakukan untuk meminimalisir pencemaran tanah dan pemanfaatan kembali tinja menjadi biogas dan pupuk.

"Dari pengendapan tinja ini, kita menargetkan untuk membuat biogas untuk bahan bakar atau digunakan menjadi pupuk," ungkap Adenin, Senin (12/10/2020).

L2T2 sendiri diperuntukkan bagi pelanggan air PDAM Tirtanadi.

Baca juga: 10 Calon Bertarung Jadi Dirut PDAM Tirtanadi, Ini Kriteria yang Diinginkan Gubernur Sumut

Adenin menuturkan bahwa penyedotan tinja dilakukan melalui septictank yang nantinya akan dilakukan tiga tahun sekali secara normal.

Nantinya, tinja masyarakat akan akan dibawa ke Intalansi Pengelolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang akan disterilkan dari bakteri hingga dikelola menjadi biogas.

"Kita buat penjadwalannya per tiga tahun sekali kita sedot dan kita bawa ke IPLT. DI dalamnya ada sebuah proses untuk mensterilkan limbah tinja yang bisa jadi biogas jadi bisa lebih bermanfaat. Itu memang program pemerintah agar lingkungan tidak tercemar," ujarnya.

Adenin menuturkan bahwa IPLT sudah siap sedia menampung tinja dengan beban kapasitas 50 meter kubik per hari.

"Dari IPLT sudah siapkan dengan kapasitas 50 meter kubik per hari yang bisa kita proses. Kita sudah siapkan mobil truk dan armada yang kita jadwalkan. Itu dikenakan biaya retribusi per bulan Rp 15 ribu - Rp 17 ribu. Kita daftarkan langsung jadi pelanggan," kata Adenin.

Namun, PDAM Tirtanadi juga turut menyediakan program L2T3 bagi nonpelanggan. Adenin menuturkan jika layanan ini dapat digunakan tanpa harus terjadwal dengan menerima panggilan telpon.

Baca juga: Soal Calon Dirut PDAM Tirtanadi, Gubernur Sumut Sebut Harus Mengetahui Masalah Air Minum

"Untuk L2T3 ini dia sistem oncall, ketika dia butuh. Kebetulan rumah banyak tamu selama tiga bulan belakangan. Kalau jadwal kan mesti tiga tahun terjadwal, ini bisa saja ditelpon untuk dijadwalkan apabila sudah meluap. Ketika dia telpon akan kita layani," tutur Adenin.

Sebagai informasi, setelah dilakukan survei untuk tahap awal ada kurang lebih 2700 pelanggan yang sudah bisa dilakukan penyedotan tersebar di Cabang Cemara, Cabang Diski, Cabang Tuasan dan Cabang Sei Agul Wilayah Pelayanan PDAM Tirtanadi.

Melalui program layanan pengelolaan tinja, Adenin berharap agar dapat meminimalisir pencemaran lingkungan akibat tinja yang tidak dikelola secara baik.

"Kita berharap dengan adanya program ini dapat turut membantu pemerintah dalam meminimalisir pencemaran lingkungan. Bagaimana sanitasi kita bisa berjalan dengan baik terkhusus didukung langsung oleh masyarakat," pungkas Adenin.(cr13/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved