Jadwal Keberangkatan KM Kelud, Kapal Pelni kembali Beroperasi Setiap Hari Selasa dari Belawan
Penumpang yang ingin memesan tiket hanya bisa dilakukan di Kantor Cabang Pelni dan saat ini belum bisa secara online.
Laporan Wartawan T r ibun Medan/Natalin
T R IBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Kapal Motor (KM) Kelud, kapal Pelni kembali beroperasi setelah menjalankan docking tahunan.
Pembelian tiket kapal ini hanya bisa melalui loket di Kantor Cabang Pelni.
Kepala Cabang PT Pelni Medan M Lutfi Israr Sutan mengatakan mulai awal Oktober ini, KM Kelud sudah beroperasi normal, jadwal keberangkatan kapal ini sekali dalam seminggu, yakni pada Hari Selasa.
"Sudah mulai berangkat KM Kelud Selasa lalu (6/10). Penumpang masih sangat minim mungkin karena pandemi Covid-19 ini, hanya 10 persen dari okupansinya kapal," ujar Lutfi, Kamis (8/10/2020).
• SEKELOMPOK Massa Sasar Area Plaza Medan Fair, Pedagang Kocar-Kacir Melarikan Diri
Ia menjelaskan adapun jumlah penumpang KM Kelud yang berangkat pada Selasa lalu berjumlah 270 penumpang.
Kemudian pada Hari Jumat (9/10) akan berangkat kembali menuju Batam, Tanjung Balai Karimun, dan di Belawan pada Senin (12/10).
Diakuinya, calon penumpang yang ingin memesan tiket hanya bisa dilakukan di Kantor Cabang Pelni dan saat ini belum bisa secara online.
Penumpang yang berangkat harus memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku, misalnya wajib memakai masker dan alat pelindung lainnya, menunjukkan indentitas diri asli KTP atau tanda pengenal lainnya.
Kemudian, memiliki surat keterangan rapid test hasil non reaktif (14 hari) dan surat keterangan sehat misalnya dari rumah sakit, klinik, puskesmas.
Kemudian, lanjutnya, penumpang menginstal aplikasi e-HAC dan PeduliLindungi di smartphone, mengisi surat peryataan perjalanan kapal laut yang disediakan PT Pelni dan SIKM (Surat Izin Keluar Masuk) tujuan.
"Jadi penumpang harus menerapkan protokol kesehatan", ujarnya.
Selain menjaga kebersihan serta menerapkan physical dan social distancing, Manajemen juga telah menyusun strategi guna melindungi seluruh kru kapal dan penumpang, mulai dari pembatasan penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas, penggunaan alat pelindung diri secara lengkap bagi kru kapal, hingga membatasi interaksi atau pertemuan fisik dengan penumpang.
"Kita memberi kebijakan pembatasan penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas," ucapnya.
Diakuinya, sejak pandemi Covid-19, para penumpang yang memanfaatkan jasa angkutan laut PT Pelni ini paling minim, hanya berkisar 20 persen hingga 30 persen dari kapasitas kapal.
• DITANGKAP, Puluhan Pemuda tanpa Baju Digiring Jongkok di Polrestabes Medan, Ikut-ikutan Demo
"Paling banyak pernah 500 orang penumpang KM Kelud saat pandemi ini, dari kapasitas kapal lebih dari 2000 orang," ujarnya.
Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona.
T r ibun Medan mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak.
(nat/t r ibun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/arus-mudik-penumpang-kapal-2.jpg)