Kesehatan

TANPA GEJALA Serangan Jantung Jarang Disadari, Apa yang Harus Dilakukan? Ikuti Cara Hidup Sehat

mengatur pola makan dengan makanan bergizi, melakukan olahraga dengan intensitas sedang setidaknya 150 menit dalam satu minggu

Editor: Salomo Tarigan
google/t r ibun timur
Serangan jantung 

TANPA GEJALA Serangan Jantung Jarang Disadari, Apa yang Harus Dilakukan dan Cara Hidup Sehat

T R IBUN-MEDAN.com 

Penyakit jantung koroner masih menjadi pembunuh terbesar di Indonesia, bahkan dunia.

Oleh sebab itu, penting untuk memiliki kesadaran menjaga kesehatan jantung.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr Sari Sri Mumpuni, Sp.Jp (K) menjelaskan, serangan jantung terjadi ketika pembuluh darah koroner secara tiba-tiba tersumbat oleh bekuan darah.

Alhasil aliran darah dan oksigen ke jantung menjadi berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali.

"Hal ini yang menyebabkan rasa nyeri dan tidak nyaman di dada," ujarnya dalam webinar RSPI: Kebiasaan Baik untuk Kesehatan Jantung di Masa New Normal.

Mobilio Terbang Hantam Xpander, Mobilio tak Berbentuk, 3 Penumpang Terlempar, 4 ABG Semarang Tewas

Polrestabes Bentuk Tim Buru Pencuri Bersenjata Api di Jalan Katamso Medan, Wajah Pelaku Terekam CCTV

Menurutnya, ada beberapa gejala yang bisa dirasakan seseorang ketika menderita serangan jantung koroner. Seperti merasakan denyut jantung yang tidak teratur.

Kemudian merasakan sakit dada sebelah kiri disertai sesak napas atau payah jantung yaitu napas yang tersengal-sengal.

"Ada juga yang tidak bergejala, tahu-tahu langsung meninggal mendadak," katanya.

Apa yang harus dilakukan?

Sari menjelaskan, jika ditemukan seseorang yang mengalami serangan jantung mendadak, hal utama yang perlu dilakukan adalah memberi pertolongan pertama dengan pijatan jantung luar, yakni memijat dinding dada dengan frekuensi tertentu.

Ini merupakan prosedur bantuan hidup dasar (BHD) yang bertujuan untuk memberikan efek pompa jantung yang dinilai cukup untuk membantu sirkulasi darah, sehingga jantung bisa kembali berdenyut.

 Oleh sebab itu, Sari menyarankan, bagi orang yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit jantung, perlu untuk mengikuti pelatihan prosedur bantuan hidup dasar guna mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

"Karena dengan pertolongan ini, maka satu nyawa kemungkinan dapat diselamatkan," katanya.

Setelah melakukan pertolongan pertama, tentunya perlu menghubungi rumah sakit terdekat untuk segera mendapatkan penanganan medis.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved