Ancaman Tsunami 20 Meter? Jawaban BMKG soal Viral Potensi Tsunami dan Gempa Megathrust Selatan Jawa

Potensi tsunami 20 meter di Selatan Jawa oleh peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi viral diperbincangkan

Editor: Salomo Tarigan
Elshinta.com
Ilustrasi 

Ancaman Tsunami 20 Meter, Terbaru BMKG Jelaskan Viral soal Tsunami dan Megathrust Selatan Jawa

T R IBUN-MEDAN.com - Kajian penelitian terbaru terkait potensi tsunami 20 meter di Selatan Jawa oleh peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi viral diperbincangkan, sehingga membuat panik dan cemas sebagian masyarakat.

TRIBUN-MEDAN-WIKI: MayjenTNI (Purn) Edward Wellington Pahala Tambunan Penggagas Salam Sumatera Utara

Namun, Kepala Bidang Informasi Gempa bumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG), Dr Daryono menegaskan masyarakat jangan salah persepsi menyikapi kajian terbaru ini.

Survey BI Sumut, Juli 2020 Penjualan Eceran Masih Terkontraksi

Dijelaskan Daryono, kecemasan dan kepanikan publik yang sering muncul akibat adanya informasi potensi gempa megathrust tampaknya terjadi karena adanya kesalahpahaman saja.

Para ahli dalam menciptakan model potensi bencana sebenarnya ditujukan untuk acuan upaya mitigasi.

"Iya, (kajian potensi tsunami 20 meter) hanya hasil modelling," kata Daryono kepada Kompas.com, Minggu (27/9/2020).

Gandeng Prime Group, JW Marriott Medan Gelar Wedding Expo Padukan Budaya Melayu dan China

Peringatan Ketua Bawaslu Kota Medan, Jika Terus Melakukan Pelanggaran, Paslon Berpotensi Ditegur

Akan tetapi, diakui Daryono, sebagian masyarakat memahaminya kurang tepat, seolah bencana akan terjadi dalam waktu dekat.

Kesalahpahaman persepsi ini dianggap menjadi masalah komunikasi sains yang masih terus saja terjadi.

Sebab, hingga saat ini masih ada gap atau jurang pemisah antara kalangan para ahli dengan konsep ilmiahnya, serta masyarakat yang memiliki latar belakang dan tingkat pengetahuan yang sangat beragam.

"Kasus semacam ini tampaknya masih akan terus berulang, dan pastinya harus kita perbaiki dan akhiri," ujarnya.

Gandeng Prime Group, JW Marriott Medan Gelar Wedding Expo Padukan Budaya Melayu dan China

Masyarakat diminta jangan mudah terpancing

Diakui Daryono bahwa kepanikan masyarakat akibat informasi potensi gempa megathrust sudah sering kali terjadi, dan terus berulang sejak pasca peristiwa tsunami Aceh 2004.

Gaduh akibat potensi gempa megathrust dan tsunaminya selalu muncul, setiap para ahli mengemukaan pandangan mengenai potensi gempa dan tsunami.

"Untuk mengakhirinya, kami berharap masyarakat terus meningkatkan literasi, selanjutnya tidak mudah "kagetan" setiap ada informasi potensi bencana," tegasnya.

Masyarakat juga diminta agar jangan mudah terpancing dengan judul berita dari media yang dengan bombastis memberitakan potensi bencana.

 BMKG Rilis Panduan Evakuasi Gempa dan Tsunami di Tengah Pandemi Covid-19

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved