Kenangan Terakhir Ketua KPID Sumut, Parulian Tampubolon Dikenal Sosok Humble dan Agamis
Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah Sumut, Parulian Tampubolon meninggal dunia akibat Covid-19 di Rumah Sakit Bunda Thamrin Medan, Senin.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah Sumut, Parulian Tampubolon meninggal dunia akibat Covid-19 di Rumah Sakit Bunda Thamrin Medan, Senin (28/9/2020).
Komisioner KPID Sumut, Mutia Atikah menyebutkan dirinya pertama kali mendengar kabar meninggalnya almarhum dari kelurga pada sekitar pukul 14.30 WIB.
"Kalau karena covid kita enggak ada info dari pihak keluarga, tapi kami juga sedang mencari informasi tapi ini karena masih masa duka jadi bisa konfirmasi ke dinas Kesehatan atau ke gugus tugas. Hanya saja kita dapat kabar dari pihak istri beliau tadi pagi masuk ke ICU, meninggalnya sekitar 14.30 WIB kami dapat beritanya," tuturnya kepada Tribun, Senin (28/9/2020).
Mutia menyebutkan seluruh komisioner dan pegawai di KPID Sumut mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya dan untuk keluarga yang ditinggalkan dikuatkan Tuhan.
Mutia menyebutkan pihaknya tidak mengetahui bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit penyerta yang hingga menyebabkannya meninggal dunia.
"Kalau riwayat penyakit tidak ada sama sekali setau kami dan kami juga terakhir masih komunikasi melalui wa group msh aktif beliau, memang sudah hampir dua minggu gk masuk kantor," sebut Kordinator Bidang Perizinan KPID Sumut ini.
Mutia yang menjadi satu-satunya rekan Parulian menjadi komisioner KPID selama dua periode menyebutkan bahwa rekannya tersebut dikenal sebagai orang yang agamis dan ramah.
"Saya berteman baik dengan beliau, karena saya dan ketua KPUD sumut itu sama-sama dua priode. Jadi kami sudah mengenal beliau itu sudah sejak 2012, orangnya memang sangat humble dan bekerja sama dengan baik dia rama suka meneria semua tamu. Beliau sangat agamis," bebernya.
Bahkan, ia mengetahui bahwa almarhum juga seorang pendeta di jemaat Gereja Bethel.
"Intinya selama saya satu kantor dia punya kerjasama yang baik dengan semua komisioner. Beliau juga memiliki prestasi sebagai Ketua GAMKI Medan, kemudian dia juga pendeta di Gereja di Medan Mall ya GBI. Waktu itu dia pernah kirim foto kepada kami para komisioner dia sedang di wisuda untuk pendeta, tapi dia enggak pernah pakai gelarnya," ungkapnya.
Lebih lanjut, Mutia mengenang masa-masa terakhir Parulian adalah minta doakan terkait akan melakukan swab test pada dua minggu lalu.
"Kita enggak pernah ada rapat lagi di kantor hanya sekitar dua minggu itulah enggak ada lagi pertemuan dengan beliau. Kemarin saya masih komunikasi melalui group wa tentang pekerjaaan sebelumnya cukup lama ya. Kami dapat kabar dari beliau langsung enyatakan dirinya mohon doanya saya melakukan swab test itu saja, hasilnya seperti apa beliau tidak informasikan lagi ke kita," bebernya.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumut, dr. Aris Yudhariansyah membenarkan kabar tersebut dan baru saja terjadi.
"Ya benar meninggal karena Covid19, sejak tanggal 21 September dirawat," tuturnya saat dikonfirmasi Tribun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ketua-kpid-sumut-parulian-tampubolon-2.jpg)