Daya Beli Properti Anjlok 50 Persen, Ini yang Harus Dilakukan Developer Agar Tetap Bertahan

Daya beli konsumen akan properti berkurang 50 persen karena adanya pandemi Covid-19

Editor: Juang Naibaho
Tribun Medan
Ketua DPD DPD Real Estat Indonesia (REI) Sumut (Sumatera Utara) Andi Atmoko Panggabean. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Daya beli konsumen akan properti berkurang 50 persen. Hal ini diungkapkan Ketua DPD DPD Real Estat Indonesia (REI) Sumut (Sumatera Utara) Andi Atmoko Panggabean, Senin (21/9/2020).

Diakuinya, menurunnya daya beli konsumen ini karena adanya pandemi Covid-19. Sebagian masyarakat juga ada yang di-PHK (Pemutusan hubungan kerja), dinonaktifkan, dan dirumahkan.

"Sekarang orang lebih mementingkan pegang uang tunai dari pada aset, tapi ada juga yang membeli rumah," ujar Andi.

Menurutnya, pandemi ini juga diperkirakan akan menyeleksi pelaku usaha bisnis properti untuk bisa bertahan atau malah gulung tikar.

"Memang benar-benar pelaku atau pegusaha properti murni atau tidak. Pengusaha properti murni pasti akan bertahan dan tetap cari solusi, mencari jalan keluar melalui masa-masa sulit ini. Atau pengusaha properti yang hanya sekedar ikut-ikutan menjadi pengusaha properti maka tidak akan sanggup," ungkapnya.

Andi mengatakan agar tetap eksis dan bertahan di bisnis properti, para developer harus mampu mengenali pasar, efisiensi, tidak ekspansi dan mengurangi aset.

"Pengetatan jenis jenis konsumen yang diutamakan perbankan untuk KPR, konsumen yang berpenghasilan tetap atau fix income itu ASN, TNI, Polri, pegawai BUMN dan pegawai swasta yang mempunyai penghasilan tetap," ujarnya.

Dijelaskannya, developer juga harus menjaga efisiensi perusahaan. Selain itu, untuk saat ini, pengembang juga tidak usah terlalu semangat untuk ekspansi (membeli lahan baru) sebab harus disesuaikan dengan kondisi daya beli yang rendah.

"Dunia juga belum bisa memprediksi apakah tahun depan pandemi ini sudah selesai. Untuk itu maka sebagian developer juga menjual asetnya untuk likuid. Ketika situasi sudah normal kembali maka mereka (developer) akan beli lagi lahan," ucapnya.

Ia berharap pandemi Covid-19 ini segera cepat berakhir, vaksin dapat segera ditemukan. Ketika pandemi sudah berakhir, maka kehidupan pun sudah kembali normal, perekonomian juga berjalan dengan normal, masyarakat sudah bisa bekerja kembali dan daya beli kembali normal.

"Industri properti juga akan kembali normal dan hidup kembali. Saya harap masyarakat juga tetap menjalankan protokol kesehatan, menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker," ujar Andi.

(nat/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved