IRONI Laeli Atik Supriyatin, Cerdas Alumni UI, Pelakor hingga Pencabut Nyawa Rinaldi Harley Wismanu

Faldo Maldini: aku tracking-tracking melihat grup whatsapp, eh memang iya. Laeli Atik Supriyatin pernah jadi project officer Pemilu BEM UI 2014.

Editor: Tariden Turnip
TRIBUNNEWS/HERUDIN
IRONI Laeli Atik Supriyatin, Cerdas Alumni UI, Pelakor hingga Pencabut Nyawa Rinaldi Harley Wismanu. Tersangka Laeli Atik Supriyatin dan Djumadil Al Fajri diperlihatkan saat konferensi pers pengungkapan mutilasi, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (17/9/2020). 

Diem gangguin kamu ataupun pacarmu.

Aku lagi tunggu tanggal tayangnya aja. Hehehe #AkuMensJanganSentuhAkuYa," tulisnya.

Terbaru pada 1 September 2020 lalu, akun yang sama juga menulis kabar terbaru dari rumah tangganya.

Kini ia telah berhasil mendapatkan kembali hak asuh anaknya.

Akun ini juga memberi pesan untuk Fajri dan Laeli.

Ia berpesan agar Fajri dan Laeli tidak meninggalkan keluarganya.

"teruntuk Fajri, inget, keajaiban selalu ada.

jangan pernah ninggalin keluarga.

harus bisa hadepin semua masalah.

gue sayang sm lo, sbg bapaknya anak2.

inget, anak2 ini ttp anak lo. lo ttp bapaknya.

kapanpun lo mau dtg, silakan. doa anak2 buat lo kok!" tulisnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih pada Laeli yang sudah merawat kedua anaknya.

"untuk Lele, atau mba Laeli.

makasih banyak udah ngurus Rena dan Fajri selama gue ga bisa lakuin tugas itu.

makasih udah mau nyerahin Rena.

tolong selalu setia dampingi Fajri di apapun masalahnya.

jgn putus sama keluarga juga. gue yakin kalian orang baik." tulisnya.

tribunnews
curhatan diduga istri sah dari tersangka yang mutilasi HRD Rinaldi Harley Wismanu (Twitter @bngndrnhfl)

Berdasarkan penelusuran TribunJakarta.com, Laeli memiliki sebuah blog di Wordpress.

Di blog tersebut, terdapat beberapa tulisan diantaranya 'Berbicara Cinta' dan 'Cara Tuhan Menyapa Manusia'.

Berbagai kutipan di tulisan itu lantas dikutip ulang oleh netizen di media sosial.

Gue adalah korban dari optimisme gue sendiri selama bertahun-tahun. Mulai tahun 2012 gue mulai banyak mengalami kegagalan.

Gue selalu berfikir mungkin Tuhan lagi negur gue atas kesalahan-kesalahan yang gue lakuin. Mungkin Tuhan pengen gue belajar dari kegagalan gue.

Mulai tahun 2012 optimisme gue dalam hidup mulai menghilang, gue gak pengen apa-apa, terkadang gue bangun dari kasur dan tiba-tiba berkata ”oh gue masih hidup, hari ini gue mengalami apalagi ya”

gue gamau mengalami berbagai nasib buruk yang menimpa lagi, gue gaberani menatap hari-hari yang akan gue alami nantinya lalu gue memilih buat tidur lagi berjam-jam kadang seharian.

Gue adalah korban optimisme gue yang overdosis. Tapi tanpa optimisme gue merasa gak semangat menjalani hari-hari yang gue lewati.

”Seorang pengecut percaya ia akan hidup selamanya bila ia tetap bersembunyi ketika berada di medan peperangan, Namun di masa tuanya ia tidak akan merasakan kedamaian meski tombak tidak mengenainya” – Hávamál

Barangkali syair tua zaman Viking tersebut sedikit merubah gue yang mulai kehilangan optimisme dalam hidup. Gue merupakan pengecut yang sering meghindar dari masalah-masalah yang gue hadapi, terhadap mimpi-mimpi gue, gue terlalu takut untuk gagal ataupun bermasalah dengan orang lain.

Gue selalu inget suatu kalimat dalam buku : “ada satu hal yang ikut hilang ketika orang-orang meninggal, impian mereka. impian untuk melakukan hal lain dalam kehidupan, kepenatan yang kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari disebabkan kenyataan sederhana bahwa sebagian besar dari kita sebenarnya memilih untuk melakukan hal lain ”.

Menurut bangsa Viking, surga (Valhalla) adalah tempat bagi orang-orang yang menunjukan keberanian didunia.

Dengan pemikiran tersebut bangsa Viking kuno gak mau mengalami kematian yang disebabkan oleh usia tua dan bukan karena berperang, sehingga meskipun bangsa Viking gak mewariskan monumen, bangunan, kuil, gereja, kota, kebangsaan, kelompok etnik, dan masakan khas tertentu namun mereka terkenal karena keberaniannya mengarungi samudra dengan perahu kecil yang membinasakan, menjarah, merampok, membunuh dengan kejam dan aksi lainnya mereka lakukan dengan berani.

Hidup memang seperti roda yang berputar kadang diatas dan kadang dibawah tapi kalau kita gak berusaha jangan-jangan roda itu akan lambat dalam bergerak atau malah jangan-jangan ada hal yang membuat roda itu gak bisa berputar.

Keberanian bangsa Viking membuat gue sedikit lebih berani atas pilihan yang gue pilih. Hidup bukanlah sandiwara, bukan pula gladi resik, gak ada satu hal yang bisa diraih tanpa melibatkan resiko. Hidup didunia cuma sekali, apakah gue akan menyesal atas pilihan gue pilih ketika gue tua nanti ?

Sebagian artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Sosok Laeli Atik Pemutilasi Rinaldi Harley di Kalibata City Sempat Curhat Masa Lalunya yang Kelam, dari Tribunjakarta.com dengan judul Sempat Viral Disebut Pelakor, Terkuak Pemutilasi Rinaldy Lulusan MIPA & Pernah Ikut Olimpiade Kimia, Satu Almamater dengan Seorang Pelaku, Begini Komentar Faldo Maldini Soal Kasus Mutilasi di Kalibata,

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved