Beda Nasib Bocah di Wonogiri Diburu Foto, Anak Albino di Tanzania Dimutilasi, Tubuh Dianggap Bertuah
Mwigulu, sekarang sekitar 17 tahun, baru berusia 10 tahun dan tinggal di pedesaan ketika lengannya dipotong secara brutal.
Komunitas albino tersebut mulai membentuk organisasi di Tanzaniabernama Albinism Society, yang berusaha meyakinkan orang-orang.
Komunitas tersebut mengatakan pada orang-orang dengan menulis "Kami tidak mencair di bawah matahari. Kami tidak menghilang. Kami hidup dan mati seperti orang normal."
Meski terdengar mengerikan, beberapa penduduk juga masih memiliki sikap toleransi dan melakukan perlawanan untuk menemukan keadilan bagi orang-orang albino.
Untuk itulah orang-orang mendatangi rumahnya dan lebih dari 200 penduduk marah dan menyeretnya keluar dari rumah dan mengadili wanita tersebut hingga mati.
Sayangnya keberadaan dukun yang sebenarnya sangat rahasia dan tidak terungkap identitasnya, dan orang-orang hanya jatuh pada stereotip tentang apa yang dipikir mereka sebagai penyihir.
Namun, selama beradab-abad orang-orang albino berusaha menemukan keadilan merek sedikit mendapat angin segar pada tahun 2015.
Saat itu, Perserikatan Bangsa-bansa berbicara tentang isu rasisme dan tindakan amoral tersebut, pemerintah akhirnya melangkah untuk memberi ruang dan hak bagi orang-orang albino.
Sebanyak 225 dukun yang berlatih tanpa izin medis ditangkap, serta dokter yang dianggap sebagai penyihir yang dicurigai memburu orang albino.
Dalam penggrebekan mereka menemukan, ekor monyet, kulit singa, gigi babi hutan dan banyak lagi bagian hewan langka.
Mungkin penangkapan tersebut adalah sebuah kemenangan bagi orang-orang albino, dalam hal ini isu-isu tersebut mnungkin sudah tidak lagi terdengar.
(*)
Artikel ini sudah tayang di Intisari dengan judul : Di Wonogiri Diburu untuk 'Selfie', di Tanzania Anak Albino Diburu untuk Diambil Bagian Tubuhnya, Dijual Hingga Ribuan Dollar karena Dipercaya Beri Kekuatan Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/albino_20161011_210119.jpg)