Beda Nasib Bocah di Wonogiri Diburu Foto, Anak Albino di Tanzania Dimutilasi, Tubuh Dianggap Bertuah

Mwigulu, sekarang sekitar 17 tahun, baru berusia 10 tahun dan tinggal di pedesaan ketika lengannya dipotong secara brutal.

Anak albino di Tanzania. 

Diskriminasi terhadap albino Afrika memang telah terjadi sejak ratusan, bahkan ribuan tahun lalu, dan penelitian terakhir dilakukan pada tahun 1892.

Ketika seorang peneliti, bernama Charles Staniland Wake dari Chicago melakukan perjalanan ke Afrika untuk mempelajari budaya dan suku yang berkembang.

Dalam bukunya berjudul Memoirs of International Congress of Anthropologie, Charles terkejut ketika bertemu dengan orang albino.

Namun, setahun kemudian ia tidak lagi melihat orang kulit putih lain selain yang ditemuinya tersebut, hal itu tentu menakutkan bagi Charles.

Terlebih ia menyaksikan bahwa bayi albino yang baru lahir akan dibunuh, hal itu tak lain untuk menjaga warna kulit penduduk desa supaya tetap terlihat gelap.

Dalam tulisannya ia menyimpulkan bahwa, "Hitam bisa berubah menjadi putih, tetapi putih tidak pernah bisa menjadi hitam."

Kesenjangan ras menunjukkan ketakutan orang kulit hitam, menuju kepunahan ras mereka.

Selain Charles, kisah lain yang dijelaskan adalah kisah Kabula seorang gadis albino yang diculik ketika pulang sekolah.

Beruntung Kabula tidak dibunuh,  ironisnya tangannya dipotong setelah itu para penculiknya meninggalkannya.

Itu hanyalah satu kisah, sedangkan ratusan orang albino lain mengalami nasib yang sama dengan Kabula.

Untuk harga potongan tubuh orang albino rupanya juga cukup mahal, sekitar $2.000 sekitar Rp29 juta, sedangkan satu tubuh utuh orang albinomemiliki harga $75.000 sekitar Rp1,1 Milliar.

Sungguh ironis bukan, padahal penghasilan rata-rata orang Tanzania hanya $400 pert tahun  sekitar Rp5 juta.

Untuk itulah anak-anak yang menderita albino setidaknya harus ditempatkan secara aman, mereka harus berskolah dan tinggal di asrama.

Bahkan pada tahun 2014, sekitar 70 orang albino membentuk sebuah koloni mereka sendiri di Pulau Ukerewe pulau kecil di lepas pantai Tanzania.

Hal itu rupanya tak cukup, seorang warga albino di Ukerewe bernama Alfred Kapole diserang di Ukerewe.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved