Audrey Sebayang, Duta Lingkungan Hidup Medan yang Kuasai Lima Bahasa

Sejak di kelas empat, para guru-guru di sekolahnya sudah mulai mengarahkan bakat Ody, panggilan akrabnya untuk dapat mengikuti lomba.

TRIBUN MEDAN/HO
AUDREY Sebayang, Duta Lingkungan Hidup kota Medan yang kuasai lima bahasa. 

Bakat Audrey tidak hanya dalam lingkup seni berbicara namun juga dalam dunia seni. Audrey menuturkan jika sudah menyukai dunia musik sejak duduk di bangku SMP dengan belajar secara mandiri.

"Kalau suka sama dunia musik ini sudah belajar dari SMP secara otodidak bareng teman dari nonton youtube, terus juga buat musik sama temen. Kalau mengenai instrumen ini yang sudah lancar gitar dan piano dan ini lagi belajar untuk bass," ujarnya.

Terbukti kini Audrey sudah menciptakan beberapa lagu yang terinspirasi dari kehidupan pribadinya.

Di tengah pandemi saat ini, prestasi Audrey tidak berhenti begitu saja. Disaat semua anak masih berkutat dengan pembelajaran daring, Duta Lingkungan Hidup Medan ini juga baru saja memenangkan lomba yang digelar oleh Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution pada Juni 2020 lalu.

Dalam perlombaan video pidato tingkat SMP ini, Audrey berhasil meraih terbaik kedua untuk kategori ekspresi terbaik saat membacakan pidato dengan mengalahkan ratusan peserta.

Bagi Audrey, mengikuti berbagai perlombaan sejak SD, tidak dapat dipungkiri sempat terlintas rasa jenuh pada dirinya. Namun hal tersebut tidak berangsur lama karena banyak dukungan dari orang terdekatnya untuk menyemangatinya.

"Merasa jenuh pasti pernah karena melihat teman-teman itu pulang sekolah main, bisa senang-senang sementara Ody harus latihan. Melihat update story teman-teman jalan-jalan, kok Ody malah latihan tidak bisa ketemu siapa-siapa malah ketemunya itu guru. Tapi yang buat semangat itu karena dukungan dari teman-teman juga. Selain itu fokus juga sama targetnya apa, bersedih-sedih dahulu, bersenang-senang kemudian," ucapnya dengan semangat.

Kini, Audrey di usianya yang masih dibawah 17 tahun sudah mampu mendapatkan penghasilan dari hobi yang ditekuninya dengan menjadi barista di kafe milik orang tuanya.

"Kalau hobi meracik kopi ini awal-awalnya lihat dari barista yang ada di cafe dulu. Dari situ belajar dan cari ide dari youtube, gimana cara steam susu dan cara pouring kopinya, cara meracik sirup yang cocok untuk digabungi sama kopi dari situ belajar, jadi sekarang udah ikut kerja di cafe mama dan digaji juga," ucapnya.

60 Orang Bersaing Jadi Duta Bahasa Sumut, Diutamakan Generasi Millenials yang Paham Teknologi

Tutupnya, Audrey juga berpesan dan memberi semangat kepada anak muda untuk tetap selalu semangat untuk meraih sesuatu dan menjalankan segala sesuatu sesuai dengan passion dan terus menggalinya.

"Kalau dari Audrey untuk teman-teman bisa memikirkan dari awal apa yang ingin kita lakukan dan ingin diseriusin. Kalau memang hobinya desain baju, gambar, dan nyanyi nah itu ya lakukan aja, jangan merasa terpaksa dan harus nurut kemauan orang lain sedangkan kita tidak minat.

Kalau latihan harus juga tetap semangat karena kalau tidak punya semangat dan anggap remeh kita tidak akan bisa maju kedepannya. Kita buktikan dengan orang-orang di luar sana kalau generasi 2000an itu bisa sukses dan mengharumkan nama Indonesia," pungkasnya.(cr13/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved