60 Orang Bersaing Jadi Duta Bahasa Sumut, Diutamakan Generasi Millenials yang Paham Teknologi
Kasubbag Tata Usaha Balai Bahasa Sumatera Utara, Salbiyah Nurul Aini mengatakan lebih dari 160 peserta telah melewati tahap seleksi menjadi 60 besar.
TRIBUN-MEDAN.com - Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Balai Bahasa Sumatera Utara (BBSU) kembali adakan Pemilihan duta Bahasa Sumatera Utara (Sumut) 2019 di Hotel Polonia, Jalan Jendral Sudirman Nomor 14, Jumat (12/7/2019)
Pemilihan Duta Bahasa Sumut kali ini dilaksanakan selama tiga hari mulai 11 hingga 13 Juli.
Kasubbag Tata Usaha Balai Bahasa Sumatera Utara, Salbiyah Nurul Aini mengatakan lebih dari 160 peserta telah melewati tahap seleksi menjadi 60 besar.
Dari 60 besar tersebut, kata Nurul diseleksi kembali dengan berbagai tes seperti kemampuan berbahasa Indonesia, Bahasa Asing, Bahasa Daerah, termasuk wawasan umum.
"Dari 60 besar itu duta seleksi kembali menjadi 20 besar, dan 20 besar ini lah yang menjadi finalis ikut karantina selama tiga hari. 20 orang ini terdiri dari 10 perempuan dan laki-laki, kalau peseryanya beragam tapi yang jelas Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan disini, ada dari Nias, Kisaran , Gunung Sitoli, Deliserdang, Labuhan Batu, Karo dan lainnya," katanya
Selama 3 hari 20 calon Duta Bahasa akan di bekali pengetahuan seputar kebahasaan, program balai bahasa, literasi, motivasi diri, kewirausahaan, kerjasama tim dan masih banyak lagi.
Selain menguasai bahasa Indonesia, daerah serta bahasa asing, para peserta juga diuji sejauh mana mereka paham dan tau tentang seni daerah mereka masing-masing.
"Untuk besok mereka akan memaparkan makalah, atau program kerja apabila nantinya mereka terpilih menjadi duta bahasa, juga akan ada juga latihan koreografi untuk acara puncak," katanya.
Untuk acara puncak yang akan dilaksakan pada tanggal 13 Juli, 20 peserta akan diseleksi kembali menjadi 10 peserta yang terdiri dari 5 laki-laki dan 5 perempuan.
Dari 5 pasang tersebut akan dipilih sepasang duta utama yang akan diikut sertakan dalam seleksi duta bahasa tingkat nasional yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus di Jakarta.
"Alhamdulillah, pemilihan duta bahasa ini sudah kita mulai dari 2006 dengan berbagai variasi. Dan setiap tahunnya antusias mahasiswa menjadi duta bahasa semakin meningkat," katanya.
Nurul menambahkan kriteria utama menjadi duta Bahasa Sumatera Utara berasal dari niat para peserta yang tidak hanya sekadar ingin meraih gelar, namun bagaimana seorang duta mampu menjadi oanutan bagi generasi Millenial lainnya terutama dalam penggunaan bahasa Indonesia.
"Hal utama ya mereka harus bangga dengan bahasa Indonesia, namun tetap menguasai bahasa Asing dan Bahasa Daerah, besok mereka akan menampilkan koreografi dengan mengggunakan pakaian adat dari 7 etnis di Sumatera Utara," katanya.
Nurul mengatakan setiap tahunnya BBSU memiliki konsep yang berbeda dalam menentukan duta Bahasa. Hal tersebut kata Nurul harus disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Kali ini para peserta akan diuji kemampuannya berdasarkan kreatifitasnya menggunakan teknologi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/keseruan-para-calon-duta-bahasa-sumatera-utara.jpg)