Audrey Sebayang, Duta Lingkungan Hidup Medan yang Kuasai Lima Bahasa
Sejak di kelas empat, para guru-guru di sekolahnya sudah mulai mengarahkan bakat Ody, panggilan akrabnya untuk dapat mengikuti lomba.
Tribun-Medan.com, Medan - Berprestasi dan multitalenta menjadi impian setiap anak maupun orangtua.
Namun untuk meraih semua itu tidak dapat diraih secara instan namun butuh kerja keras dan pengorbanan.
Satu diantara anak berprestasi tersebut ialah Audrey Sebayang, siswa kelas 10 SMA Harapan Medan ini sudah memborong piala sejak duduk di kelas empat SD.
Audrey menuturkan, sejak di kelas empat, para guru-guru di sekolahnya sudah mulai mengarahkan bakat Ody, panggilan akrabnya untuk dapat mengikuti lomba.
"Kalau ikut lomba itu pertama kali ikut sejak kelas empat SD. Jadi kalau lomba-lomba itu kan sudah dituntut sama guru-guru. Jadi dimana bakat Ody dilatih sesuai sama passionnya. Jadi waktu empat SD ini awalnya mulai belajar pidato, bercerita, baca dan buat puisi. Seiring berjalannya waktu kan berubah hobinya, tapi tetap untuk pidato dan hal seni sastranya itu tetap ada tapi sekarang lagi ke arah musik, bahasa dan lainnya," ungkap Audrey kepada Tri bun Medan, Sabtu (21/8/2020).
Gadis kelahiran 9 Desember 2004 ini sudah mencintai seni dalam berbicara sejak SD. Hal ini terbukti dengan beragam lomba yang ia ikuti mayoritas dalam kategori pidato ataupun bercerita.
Audrey menuturkan bahwa lomba yang paling berkesan yang ia ikuti ketika duduk di kelas lima SD dalam mengikuti lomba bercerita yang mampu menjadi perwakilan Sumatera Utara untuk diundang ke Istana Negara pada perayaan 17 Agustus tahun 2016.
• Terpilih jadi Duta Bahasa Sumut 2019, Nadia dan Irfan Sudah Yakin akan Menang
"Lomba paling berkesan itu waktu tahun 2016, Ody berhasil meraih juara dua se-Indonesia. Berkesan nya karena disini Ody memberikan effort besar dan Alhamdulillah juga diundang oleh Presiden RI, pak Jokowi untuk mengikuti perayaan 17 Agustus di Istana Merdeka," ujarnya.
Kepada Tri bun Medan, Audrey menceritakan rasa harunya di umur yang masih muda, ia tidak menyangka bisa bertemu dan orang nomor satu di Indonesia.
"Rasa senang sekali karena semua kerja keras yang sampai pulang larut malam itu diapresiasi, apalagi waktu di awal itu sempat stres juga karena itukan melawan 33 provinsi yang cukup ketat dengan semua tahapan yang tidak mudah," kenang Audrey.
Memiliki talenta dalam berbicara di depan publik, tidak menjadikan Audrey cukup puas. Gadis pecinta drama Korea ini mengungkapkan bahwa sejak kecil ia sudah mulai tertarik belajar bahasa dan kini ia sudah menguasai lima bahasa.
"Kalau belajar bahasa ini sudah mau bahasa kelima, itu ada bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa korea. Nah kalau tiga ini sudah lancar, kalau bahasa yang masih tahap pembelajaran itu bahasa Jepang dan bahasa Perancis," kata Audrey.
Audrey sendiri tidak asal mengklaim saja. Hal ini terbukti saat Audrey menunjukkan keahliannya menjadi presenter dalam membawakan berita dengan menggunakan bahasa Korea dengan fasih.
Ia menuturkan bahwa mempelajari lima bahasa ini, ia tidak mengikuti kursus namun belajar secara otodidak.
"Kalau belajar bahasa ini dari otodidak dari menonton drama Korea juga. Latihan nonton dari youtube," ujarnya.
• Dua Mahasiswa Unimed Asal Nias dan Tanjungbalai Terpilih jadi Duta Bahasa Sumatera Utara 2019
Bakat Audrey tidak hanya dalam lingkup seni berbicara namun juga dalam dunia seni. Audrey menuturkan jika sudah menyukai dunia musik sejak duduk di bangku SMP dengan belajar secara mandiri.
"Kalau suka sama dunia musik ini sudah belajar dari SMP secara otodidak bareng teman dari nonton youtube, terus juga buat musik sama temen. Kalau mengenai instrumen ini yang sudah lancar gitar dan piano dan ini lagi belajar untuk bass," ujarnya.
Terbukti kini Audrey sudah menciptakan beberapa lagu yang terinspirasi dari kehidupan pribadinya.
Di tengah pandemi saat ini, prestasi Audrey tidak berhenti begitu saja. Disaat semua anak masih berkutat dengan pembelajaran daring, Duta Lingkungan Hidup Medan ini juga baru saja memenangkan lomba yang digelar oleh Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution pada Juni 2020 lalu.
Dalam perlombaan video pidato tingkat SMP ini, Audrey berhasil meraih terbaik kedua untuk kategori ekspresi terbaik saat membacakan pidato dengan mengalahkan ratusan peserta.
Bagi Audrey, mengikuti berbagai perlombaan sejak SD, tidak dapat dipungkiri sempat terlintas rasa jenuh pada dirinya. Namun hal tersebut tidak berangsur lama karena banyak dukungan dari orang terdekatnya untuk menyemangatinya.
"Merasa jenuh pasti pernah karena melihat teman-teman itu pulang sekolah main, bisa senang-senang sementara Ody harus latihan. Melihat update story teman-teman jalan-jalan, kok Ody malah latihan tidak bisa ketemu siapa-siapa malah ketemunya itu guru. Tapi yang buat semangat itu karena dukungan dari teman-teman juga. Selain itu fokus juga sama targetnya apa, bersedih-sedih dahulu, bersenang-senang kemudian," ucapnya dengan semangat.
Kini, Audrey di usianya yang masih dibawah 17 tahun sudah mampu mendapatkan penghasilan dari hobi yang ditekuninya dengan menjadi barista di kafe milik orang tuanya.
"Kalau hobi meracik kopi ini awal-awalnya lihat dari barista yang ada di cafe dulu. Dari situ belajar dan cari ide dari youtube, gimana cara steam susu dan cara pouring kopinya, cara meracik sirup yang cocok untuk digabungi sama kopi dari situ belajar, jadi sekarang udah ikut kerja di cafe mama dan digaji juga," ucapnya.
• 60 Orang Bersaing Jadi Duta Bahasa Sumut, Diutamakan Generasi Millenials yang Paham Teknologi
Tutupnya, Audrey juga berpesan dan memberi semangat kepada anak muda untuk tetap selalu semangat untuk meraih sesuatu dan menjalankan segala sesuatu sesuai dengan passion dan terus menggalinya.
"Kalau dari Audrey untuk teman-teman bisa memikirkan dari awal apa yang ingin kita lakukan dan ingin diseriusin. Kalau memang hobinya desain baju, gambar, dan nyanyi nah itu ya lakukan aja, jangan merasa terpaksa dan harus nurut kemauan orang lain sedangkan kita tidak minat.
Kalau latihan harus juga tetap semangat karena kalau tidak punya semangat dan anggap remeh kita tidak akan bisa maju kedepannya. Kita buktikan dengan orang-orang di luar sana kalau generasi 2000an itu bisa sukses dan mengharumkan nama Indonesia," pungkasnya.(cr13/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/audrey-sebayang-duta.jpg)