Kisah Tragis Junko Furata, Gadis Cantik yang Disiksa Secara Brutal Karena Tolak Cinta Antek Yakuza
Kecantikan siswa SMA bernama Junko Furata membuatnya jadi korban pembunuhan oleh remaja lelaki yang memiliki koneksi dengan Yakuza.
TRI BUN-MEDAN.com - Menjadi populer tak selamanya enak, seperti yang dialami seorang gadis cantik bernama Junko Furuta.
Gadis cantik asal Misatu, Prefektur Saitama ini sangat populer di sekolahnya, SMA Yashio Mitami Jepang.
Saking populernya, Furuta banyak mendapat pandangan iri dari teman-teman di sekolahnya.
Tapi itu tak seberapa, ternyata kepopulerannya mengantarkannya menjadi korban penculikan, penyiksaan, pemerkosaan, dan pembunuhan oleh remaja lelaki yang memiliki koneksi dengan Yakuza.
Kasus ini terjadi pada akhir 1980-an, dikenal dengan nama kasus pembunuhan gadis SMA terbungkus beton.
• Makin Meluas Penyebaran Covid-19, Kini Sudah 11 Wilayah di Sumut Berstatus Zona Merah
Disebut demikian karena tubuh Furuta ditemukan dalam sebuah drum yang berisi ratusan liter semen.
Awal nelangsa Furuta dimulai ketika seorang lelaki bernama Hiroshi Miyano, yang punya reputasi sebagai tukang bully dan memiliki koneksi dengan Yakuza tertarik pada kecantikannya.
Biasanya Miyano dan kawan-kawan menyukai perempuan yang ‘nakal’, suka minum alkohol, merokok, atau pakai narkoba –seperti yang mereka lakukan.
Justru anak baik-baik seperti Furuta akan direndahkan oleh geng seperti itu, namun suatu hari Miyano membuat pengecualian, ia tertarik pada paras Furuta.
• Partai Demokrat Rekomendasikan Pasangan Asner Silalahi - dr Susanty di Pilkada Siantar 2020
Miyano menyatakan cinta, namun Furuta menolak dengan alasan ia sedang tak berminat pacaran.
Selama ini semua siswa di sekolah menaati kemauan Miyano, apalagi kalau bukan karena mereka takut pada teman-teman Yakuza-nya Miyano
Miyano dan koneksi Yakuza-nya pamer kekuasaan dengan cara menebar dan mengeksploitasi ketakutan orang lain.
Sehingga penolakan dari Furuta membuat Miyano marah besar.
Malam hari pukul 8.30 tanggal 25 November 1988, Furuta pulang dari pekerjaan paruh waktunya dengan menaiki sepeda.
Sayangnya saat itu Miyano dan Nobuharo Minato, kawannya, sedang berkeliaran di Misato untuk merampok dan memperkosa wanita lokal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kisah-tragis-junko-furata.jpg)