Limbah Plastik Sisa Pembakaran Bisa untuk Pupuk, Sayudi Berharap Dukungan Pemerintah

Mesin BBM LDSP temuan Sayudi (57) warga Desa Mekarsari, Kecamatan Buntupane, Kabupaten Asahan dinilai sangat bermanfaat bagi lingkungan.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM
SAYUDI menunjukkan proses kinerja mesin BBM LDSP ciptaannya dengan menggunakan peralatan sederhana berupa oli bekas dan blower pada Kamis (5/3/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, KISARAN - Mesin BBM LDSP temuan Sayudi (57) warga Desa Mekarsari, Kecamatan Buntupane, Kabupaten Asahan dinilai sangat bermanfaat bagi lingkungan.

Pasalnya limbah plastik yang Sayudi olah, selain bisa diubah menjadi BBM, sisa pembakarannya bermanfaat bagi tanaman, karena dapat menjadi pupuk.

Padahal, sampah limbah plastik akan sangat sulit terurai dengan tanah bila dibuang begitu saja oleh masyarakat.

Sehingga Sayudi berharap bisa mendapat dukungan dari pemerintah agar dapat mengelola sampah-sampah plastik.

"Sisa pembakaran limbah plastik dari mesin yang saya ciptakan, sering saya jadikan pupuk untuk tanaman saya. Selama ini kita tahu, kalau sampah plastik ditanam ke tanah butuh waktu puluhan tahunan baru bisa terurai," kata Sayudi, Kamis (5/3/2020).

Ia berharap pemerintah mau memfasilitasi dirinya agar bisa membuat mesin BBM LDSP yang mampu memuat kapasitas limbah sampah yang lebih besar. Karena biaya dibutuhkan tidak sedikit.

Tentunya, Sayudi juga berharap dengan keberadaan sampah rumah tangga yang ada di tempat pembuangan akhir (TPA) di Kabupaten Asahan bisa menjadi modal untuk diolah menjadi BBM.

"Kalau bagi orang lain, sampah plastik memang untuk dibuang, bagi saya itu harta karun yang bisa diolah menjadi BBM. Jika pemerintah mau mendukung, tentu permasalahan pencemaran lingkungan bisa berkurang. Sebab sebagian sampah yang ada di TPA bisa dimanfaatkan," ujarnya.

Hal tersebut pernah ia ceritakan dengan pemerintah desa sekitar tempat tinggalnya.

Keinginannya untuk menerima hanya sampah plastik, justru ditanggapi berbeda oleh tetangganya.

Warga justru mengantar semua sampah dapur ke halaman rumahnya, hingga menimbulkan bau kurang sedap akibat tumpukkan sampah rumah tangga yang dibuang tetangganya.

Untungnya hal tersebut tak berlangsung lama, setelah Sayudi kembali menceritakan kondisi yang ia alami kepada kadesnya.

"Dulu sempat saya komunikasi sama kades kami, saya minta sampah plastik warga supaya dikirim ke rumah saya. Tapi warga justru salah persepsi, malah buang semua sampah rumah tangganya ke mari. Jadi tambah kerjaan saya lagi untuk buangnya ke tempat pembuangan. Padahal saya hanya mintak sampah plastik saja supaya bisa saya olah jadi minyak," ungkap Sayudi sembari tertawa.

Diketahui, mesin BBM LDSP yang diciptakan Sayudi mampu mengubah limbah sampah plastik menjadi BBM jenis solar, premium dan minyak tanah.

Mesin ciptaan hanya mampu menampung sampah plastik maksimal 35 kilogram.

Dimana 1 kilogram limbah plastik bisa menghasilkan 0,7 liter BBM dengan rincian 60 persen merupakan premium, 25 persen solar dan 15 persen minyak tanah.(ind/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved