Hidup Mbah Sarani, Kelaparan Makan Kapuk, Terkadang Merangkak & Telanjang Minta Makan ke Luar Rumah
saat hanya ada air dan air yg ada di sebelah kasurnya ' saking laparnya mbah sampai memakan kapuk dari bantal dan kasur sebagai pengganjal perutnya.
Editor:
Azis Husein Hasibuan
IG: Yuni.Rusmini
Mbah Sarani hidup sebatang kara di Serang, Banten hanya bergantung pada belas kasih para tetangga
Tak pernah terima bantuan Meski gubuk yang dihuninya hampir roboh, selama ini Parno tidak pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah, baik beras miskin maupun bantuan lainnya.
Parno hanya berharap ada warga yang baik hati memberikan bantuan untuk merenovasi gubuknya yang hampir roboh.
“Harapannya bisa memperbaiki gubuk ini saja, biar musim hujan nanti tidak bocor dan tidak roboh,” pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Kakek 80 Tahun Bertahan Hidup di Gubuk Reyot, Makan dari Belas Kasihan Tetangga ",
Penulis : Kontributor Magetan, Sukoco
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mbah-sarani-hidup-sebatang-kara-di-serang1.jpg)