Pengamat Lingkungan Ingatkan Pemkab Tak Abaikan Peternakan Ayam Ilegal di Tanjung Morawa
Pengamat Lingkungan Hidup menyoroti keluhan masyarakat di Desa Dalu X B Kecamatan Tanjung Morawa terkait keberadaan peternakan ayam potong ilegal.
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Juang Naibaho
"Pak Faisal tolong kasus kandang ayam ini secepatnya diselesaikan. Kenapa bisa lama kali gini, tolong itu ya," perintah Ashari kepada Faisal saat di kantor Bupati.
Kendati demikian, instruksi itu ternyata tak kunjung ada kejelasan.
Di sisi lain, pengusaha tersebut sudah mengutus orang-orang suruhannya untuk mengurus masalah ini.
Faisal Arif Nasution pun membenarkan bahwa ada orang suruhan Harmaini sudah ada menjumpainya.
"Ya tadi memang ada yang datang. Ya, kalau memang enggak ada izinnya ya tidak bisa. Saya bilang gitu saja," kata Faisal.
Selain mengutus orang-orangnya menemui pejabat Pemkab, Harmaini juga mengutus preman-preman untuk mengintimidasi wartawan tribun-medan.com.
Meski masyarakat mengeluh dengan kondisi lalat, namun orang-orang itu meminta agar hal ini tidak lagi dipersoalkan.
Pengusaha Akui Tak Punya Izin
Sementara itu, pemilik usaha peternakan ayam itu, Harmaini mengakui tak punya Surat Izin Usaha maupun Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Harmaini yang merupakan pejabat di Dinas Perdagangan Pemko Medan, mengklaim bahwa usahanya tersebut telah mendapat persetujuan dari warga setempat.
"Sebetulnya kalau masyarakat enggak ada yang ribut. Enggak ada yang keberatan masyarakat tentang kandang ayam. Sebenarnya kondisinya itu jauh dari penduduk, rata-rata semuanya teken, izin saya lengkap juga, cuma katanya harus ada IMB, saya bikin IMB belum keluar sudah 4 bulan rekomendasi dari Camat," tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa keputusannya untuk memasukkan kembali ribuan bibit ayam tersebut karena sudah mendapat izin dari masyarakat.
"Jadi hari Jumat kemarin masuk dengan syarat jangan bau-bau, tapi sekarang agak ribut lagi. Makanya pening kepala," cetus Hermaini.
Saat ditanya mengenai adanya intimidasi terhadap wartawan Tribun Medan, dengan mengirimkan para preman, Harmaini membantah hal tersebut.
"Sebenarnya bukan preman, sebenarnya itu adek saya. Adek saya itu PP, jadi saya minta bantuan untuk dimediasi. Dia tanya ke saya kenapa ayamnya belum masuk. Masih payah ada yang belum setuju. Baru setelah didatangi sudah baik-baik katanya. Mana ada preman, ngapain," tuturnya.
(dra/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/anak-protes-ternak-ayam-di-tanjung-morawa.jpg)