Bupati Minta Persoalan Kandang Ayam yang Picu Ribuan Lalat Berpenyakit Diselesaikan
Peternakan ayam potong ilegal meresahkan masyarakat karena kerap memicu lalat pembawa penyakit
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus
Mereka meminta agar Tribun Medan tidak memberitakan masalah ternak ayam ini lagi.
Ketika dikonfirmasi, Harmaini berkelit bahwa dirinya ada menyuruh preman mengintimidasi Tribun Medan.
• VIRUS Mengganas akibatkan Ribuan Ekor Babi Mati, Peternak Tak Berani lagi Mengisi Kandang
"Sebenarnya bukan preman, itu adik saya," kata Harmaini.
Ia mengakui, bahwa pria yang menghubungi Tribun Medan itu adalah anggota organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) di Desa Dalu XB, Kecamatan Tanjungmorawa.
"Adek saya itu PP. Jadi saya minta tolong dia bantu mediasi," kilah Harmaini.
Lantas, kenapa anggota OKP ini mengintimidasi reporter Tribun Medan yang bertugas di Deliserdang, lagi-lagi dia membantahnya.
• Wabup Deliserdang Akan Tanya Camat Tanjungmorawa Terkait Peternakan Ayam Potong Ilegal
"Mana ada preman, ngapai dia. Minta tolongnya, apa solusinya," kilah Harmaini.
Sejak peternakan ayam potong milik Harmaini ada, lalat kerap muncul di permukiman warga.
Disinggung mengenai hal ini, Harmaini kembali berkilah.
"Enggak ada lalat di situ. Satu kilometer warga, tempatnya bersih, jarak paretnya ada.
Enggak ada masalah yang saya punya, tiap hari disemprot," katanya.
• Limbah Ayam Potong Pasar Sidikalang Ganggu Kenyamanan Warga
Dia juga sempat menyebutkan nama seorang pria bernama Topan.
Katanya, Topan ini juga pengusaha ternak ayam potong.
Namun, usaha Topan tidak diributi masyarakat.
"Itupun ada juga di dekat punya saya, cuma lain kelurahan.
Dia (Topan) di Desa Dalu XA saya di XB. Punya saya cuma 4.500, usaha Topan ini lebih besar, kenapa tidak dipermasalahkan," katanya.(vic)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kandang-ayam-potong-tanjung-morawa.jpg)