Bupati Minta Persoalan Kandang Ayam yang Picu Ribuan Lalat Berpenyakit Diselesaikan

Peternakan ayam potong ilegal meresahkan masyarakat karena kerap memicu lalat pembawa penyakit

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus
Tribun-Medan.com/Indra Gunawan
Pemkab Deliserdang ketika melakukan pemantauan kandang ayam potong di lapangan beberapa waktu lalu. 

TRI BUN-MEDAN.COM-Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan memerintahkan Asisten I Pemerintahan, Faisal Arif Nasution untuk segera menyelesaikan persoalan ternak ayam potong di Dusun I, Desa Dalu XB, Kecamatan Tanjungmorawa.

Ashari meminta agar peternakan itu segera ditertibkan.

Sebab, menurut Ashari, masalah ini terus berlarut-larut.

Sedihnya Peternak di Langkat Ini, Tujuh Lembunya Mati Disambar Petir

"Pak Faisal, tolong kasus kandang ayam ini secepatnya diselesaikan.

Kenapa bisa lama kali begini, tolong itu ya," tegas Ashari, Selasa (9/6/2020).

Orang nomor satu di Kabupaten Deliserdang ini tidak ingin ada warga yang kembali mengeluh soal rumahnya dikerebuti lalat dari lokasi peternakan.

"Memang tadi ada yang datang (orang suruhan Harmaini, ASN Pemko Medan pemilik peternakan).

Saya bilang, kalau enggak ada izinnya, ya tidak bisa (beroperasi)," timpal Faisal.

Kematian 16 Ekor Lembu di Kebun Warga Masih Misteri, Dinas Peternakan Masih Selidiki Penyebabnya?

Ia mengatakan, karena sudah mendapat arahan dan perintah langsung dari Bupati Ashari, dalam waktu dekat masalah ini akan segera diselesaikan.

Sementara itu, Camat Tanjungmorawa, Marianto Irawadi mengatakan dirinya sudah berkoordinasi dengan Satpol PP Deliserdang.

"Kami akan rapat lagi di kantor kecamatan.

Saya sih sebenarnya sudah minta lokasi (peternakan) itu dieksekusi saja.

Tapi sesuai arahan Satpol PP, mereka minta ada pertemuan," kata Marianto.

KABAR BAIK - Peternak di Solo Sumbang 2.000 Telur untuk Bantu Warga Terdampak Virus Corona

Ditanya pendapatnya mengenai keberadaan ternak ayam potong ini, Marianto mengaku tidak setuju.

Sebab, keberadaan ternak ayam potong milik ASN Pemko Medan bernama Harmaini itu kerap menimbulkan lalat di permukiman warga.

Marianto tidak ingin ada warganya yang terserang penyakit gegara keberadaan lalat dari lokasi peternakan itu.

"Saya juga enggak setuju dengan kandang (ayam) di situ.

Karena banyak lalat nanti di permukiman warga.

Makanya rekomendasi perizinan pengusaha pun tidak saya tandatangani," kata Marianto.

Atasi Virus ASF, Pemerintah Pilih Kabupaten Nias Jadi Lokasi Pembibitan Ternak Babi

Sementara itu, terkait persoalan ternak ayam ilegal ini, Tribun Medan sempat mendapatkan intimidasi dari sejumlah oknum preman.

Beberapa orang yang diduga merupakan suruhan dari Harmaini meminta Tribun Medan tidak lagi meributi keberadaan ternak ayam potong milik Harmaini yang kerap menimbulkan lalat berpenyakit tersebut.

Terpisah, Kabid Peternakan Dinas Pertanian Deliserdang, Ruslan mengaku pusing ditanya mengenai masalah ternak ayam ini.

Katanya, dia pun heran kenapa diundang lagi untuk melakukan pertemuan susulan di kantor Camat Tanjungmorawa.

Di Masa Pandemi Covid-19, Peternak Ayam Rata-rata Rugi Dua Kali

"Besok sajalah kita dengar, pusing pun kita jadinya. Ntah apapun gunanya mereka ini.

Ya kita pun hanya terima undangannya, kita hormati lah," kata Ruslan.

Sementara itu, Kasatpol PP Deliserdang, Suryadi Aritonang mengaku tidak ada niat untuk mengulur-ulur waktu menertibkan lokasi ternak ayam milik Harmaini.

"Kami sebenarnya siap melakukan pembongkaran.

Namun kita lihat nanti apa pendapat yang lain," katanya.

Disinggung mengenai pemilik peternakan, Suryadi mengatakan bahwa Harmaini itu adalah pejabat di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan.

Foto Domba Pakai Bra Bikin Gempar Netizen, Ini Alasan Pemilik Peternakan

Mengaku Punya Adik Anggota OKP
Sejumlah oknum preman yang diduga membackingi usaha ternak ayam potong ilegal milik ASN Pemko Medan bernama Harmaini sempat mengintimidasi Tribun Medan.

Mereka meminta agar Tribun Medan tidak memberitakan masalah ternak ayam ini lagi.

Ketika dikonfirmasi, Harmaini berkelit bahwa dirinya ada menyuruh preman mengintimidasi Tribun Medan.

VIRUS Mengganas akibatkan Ribuan Ekor Babi Mati, Peternak Tak Berani lagi Mengisi Kandang

"Sebenarnya bukan preman, itu adik saya," kata Harmaini.

Ia mengakui, bahwa pria yang menghubungi Tribun Medan itu adalah anggota organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) di Desa Dalu XB, Kecamatan Tanjungmorawa.

"Adek saya itu PP. Jadi saya minta tolong dia bantu mediasi," kilah Harmaini.

Lantas, kenapa anggota OKP ini mengintimidasi reporter Tribun Medan yang bertugas di Deliserdang, lagi-lagi dia membantahnya.

Wabup Deliserdang Akan Tanya Camat Tanjungmorawa Terkait Peternakan Ayam Potong Ilegal

"Mana ada preman, ngapai dia. Minta tolongnya, apa solusinya," kilah Harmaini.

Sejak peternakan ayam potong milik Harmaini ada, lalat kerap muncul di permukiman warga.

Disinggung mengenai hal ini, Harmaini kembali berkilah.

"Enggak ada lalat di situ. Satu kilometer warga, tempatnya bersih, jarak paretnya ada.

Enggak ada masalah yang saya punya, tiap hari disemprot," katanya.

Limbah Ayam Potong Pasar Sidikalang Ganggu Kenyamanan Warga

Dia juga sempat menyebutkan nama seorang pria bernama Topan.

Katanya, Topan ini juga pengusaha ternak ayam potong.

Namun, usaha Topan tidak diributi masyarakat.

"Itupun ada juga di dekat punya saya, cuma lain kelurahan.

Dia (Topan) di Desa Dalu XA saya di XB. Punya saya cuma 4.500, usaha Topan ini lebih besar, kenapa tidak dipermasalahkan," katanya.(vic)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved