Fakta-fakta di Balik Kematian George Flyod yang Memantik Kerusuahan di Seantero Amerika
Tewasnya George Floyd, warga kulit hitam asal Amerika Serikat akhir-akhir ini menjadi sorotan, sebenarnya siapa sosok pria ini?
Salah satu polisi bernama Thomas Lane tiba-tiba mengeluarkan senjata dan memerintah Floyd untuk angkat tangan.
Jaksa penuntut umum tak menjelaskan alasan Lane mengapa tiba-tiba mengeluarkan senjatanya.
Jasa penuntut umum mengatakan,"Petugas polisi Lane mengatakan tangannya di atas Floyd dan kemudian menariknya keluar dari mobil. Kemudian, Floyd menolak untuk diborgol."
Selain itu, menurut jaksa, George Floyd terlihat patuh usai tangannya diborgol polisi.
4. George Floyd dan Derek Chauvin sempat bekerja di tempat yang sama
Ada hal yang menarik dari kasus yang melibatkan polisi dan George Floyd ini.
Floyd dan Chauvin pernah bekerja di satu tempat yang sama di Bar El Nuevo Rodeo.
Mereka bekerja sebagai petugas keamanan di sana.
Maya Santamaria, mantan pemilik bar mengatakan Chauvin bekerja sebagai tugas keamanan ketika ia sedang tak bertugas di kepolisian.
Santamaria menduga meski bekerja di tempat yang sama namun keduanya tak saling kenal.
Akan tetapi, bisa saja keduanya sempat bekerja di waktu yang sama.
5. Derek Chauvin mendapat dua dakwaan pembunuhan
Pelaku pembunuh Floyd, Chauvin tak hanya dipecat dari kesatuan kepolisian.
Ia juga ditangkap karena menghilangkan nyawa orang lain.
Chauvin didakwa dengan dua dakwaan pembunuhan yang pertama pembunuhan tingkat tiga dan tingkat dua.
Namun menurut Benjamin Crump selaku kuasa hukum keluarga Floyd, dakwaan yang dijatuhkan pada pelaku masih terlalu ringan.
Kemudian ia meminta kepada jaksa agar mengubah isi dakwaan tersebut.
Menurut analis hukum CNN yang pernah menjadi asisten jakda di Distrik Columbia, bila melihat dari dakwaan yang telah ditetapkan, maka tugas terberat jaksa yakni membuktikan apakah sejak awal pelaku telah memiliki niat untuk membunuh Floyd.
Semakin tinggi dakwaan hukum terhadap seseorang diperlukan pembuktian bahwa sejak awal orang etrsebut sudah berencana melakukan pembunuhan.
"Bila Anda melihat dari sudut pandang seorang jaksa, maka melihat fakta bahwa (pelaku) seorang petugas kepolisian.
"Maka, bisa saja ini dinyatakan sebagai aksi yang masuk akal untuk dilakukan oleh seorang polisi atau bisa saja ketika ia bangun di pagi hari atau usai berinteraksi dengan Floyd sehingga mengakibatkan kematiannya," ujar analis hukum tersebut.
(TribunStyle.com/Nafis)
Artikel Ini Sudah Tayang di Tribun Style dengan Judul 5 FAKTA George Floyd, Kematiannya Picu Rusuh Seantero Amerika, Pernah Sekantor dengan Derek Chauvin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kasus-kematian-george-floyd_dibunuh-polisi.jpg)