Viral Medsos

Viral Video Bocah Mengigau Tidur Sambil Berjalan Ganggu Salat Tarawih, Aksi Lucunya Mengundang Tawa

Makmum tidak bisa berkata-kata sebab dilema mengingat usia anak kecil tersebut sangat dini untuk memahami aturan orang salat.

Suryamalang.com/kolase instagram @makassar_iinfo
tingkah viral bocah balita ganggu salat tarawih 

3. Berikan alasan mengapa melarang

Misalnya, "Kakak mainnya di dalam rumah saja ya, karena di luar sedang hujan.

Kalau hujan-hujanan nanti Kakak bisa sakit.

Kalau sakit, besok hari Minggu nggak bisa jalan-jalan lho..", atau "Kakak, kalau main air di dalam rumah nanti lantainya jadi licin. Kalau licin, nanti Kakak bisa terpeleset. Ayo, main airnya di luar saja ya.."

4. Menyampaikan cara yang benar

Contohnya, "Kok enak saja langsung makan. Mau sakit perut ya?!" (Salah).

"Dedek, sebelum makan harus cuci tangan dulu ya, supaya tidak sakit perut." (benar).

"Aduh, berserakan semua mainannya!" (Salah).

"Dedek, kalau sudah selesai main, mainannya disimpan di kotak mainan, seperti ini... Bukan diserakkan di lantai ya." (Benar)

5. Tidak menggunakan kata "jangan"

Ganti kata "jangan" dengan kalimat yang menunjukkan maksud orang tua.

Misalnya: jangan merengek! Coba bicara yang jelas, ya. Jangan teriak-teriak! Coba bicaranya yang pelan.

Jangan lari-lari! Ayo, jalan saja, ya. Jangan mainin HP mama! Mama pinjam Hpnya.

Dedek main boneka saja, ya. Jangan nendang-nendang pintu! Kaki untuk berjalan.

Kakinya untuk nendang bola saja yuk.

6. Gunakan seruan bersifat positif

Hindari berkata: awas, minggir, heh, hayo! Tapi ganti dengan astaghfirullah, hati-hati, maaf, bukan. A

nak sering melakukan tindakan yang mengejutkan orangtua, sehingga secara spontan orangtua akan menyerukan kata-kata tertentu.

Seruan negatif atau kasar bisa diganti dengan seruan positif.

Jika dibiasakan seruan positif akan reflek kita ucapkan saat terkejut.

Misalnya: Awas jatuh! diganti hati-hati. Minggir sebentar! diganti maaf, Mama bawa air panas.

Heh, temannya kok dipukul! tapi diganti Maaf, tangan untuk menulis, ya.

7. Tetap ungkapkan kasih sayang

Ketika suasana sudah tenang, sampaikan dengan lemah lembut alasan mengapa tadi orangtua memarahi anak. Lalu meminta maaf dan memohon kepada anak agar tidak mengulangi perbuatannya.

Selanjutnya, ungkapkan kasih sayang dengan sentuhan, misalnya dengan pelukan, kecupan, usapan di tangan, di kepala, di bahu atau di punggung.

Misalnya: "Kak, maaf tadi Mama marahin Kakak. Lain kali kalau pergi main pamit atau bilang dulu ya. Kan Mama kuatir terjadi sesuatu dengan Kakak."

"Dek, maaf tadi Papa marahin Dedek. Lain kali main dengan mainan Dedek ya, bukan dengan laptop Papa, karena laptop Papa buat keperluan kerja."

Demikianlah hal-hal yang perlu dicermati orangtua saat memarahi anak. Sebelumnya, mulai coba lewat menasehati dengan baik dan lembut.

(*)

Artikel ini sudah tayang di Surya Malang dengan judul : Tingkah Viral Bocah Balita Ganggu Salat Tarawih Sampai Bubar, Goda Imam, Makmum Tertawa dan Pasrah

Sumber: Surya Malang
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved