Kesehatan

ASAM URAT - Pemicu Asam Urat, Bukan Cuma Jeroan dan Udang, Cek Gejala Nyeri Pangkal Ibu Jari kaki

Penderita penyakit asam urat sepertinya harus menahan diri untuk tidak menyantap sembarang makanan enak

Editor: Salomo Tarigan
ist/hellosehat
Penderita Asam Urat 

T R I B U N-MEDAN.com - Penderita penyakit asam urat harus menahan diri untuk tidak menyantap sembarang makanan.

Ada sejumah makanan wajib dihindari penderita asam urat.

//

Sering merasa nyeri di daerah persendian? Awas, mungkin ini pertanda Anda menderita asam urat. 

Pemko Medan Dapat Opini WDP, Akhyar Sebut Akan Tertibkan Oknum yang Jadi Kendala

Asam urat merupakan penyakit yang menyerang persendian.

Polrestabes Medan Terapkan Besuk Tahanan Online, Cegah Penyebaran Virus Covid-19

Dilansir Hello Sehat, asam urat disebabkan oleh uric acid alias asam urat, produk yang dihasilkan tubuh ketika memecah purin yang menumpuk di persendian.

Asam urat merupakan salah satu penyakit tertua dan sudah dikenal manusia lebih dari 2.000 tahun.

Penderita asam urat, 90 persen laki-laki berusia di atas 40 tahun dan sebagian adalah wanita yang sudah menopouse.

Otak Pelaku Pengeroyokan Driver Ojol di Pasar Sambu, Seorang Residivis Diciduk Polisi

Normalnya, asam urat larut dalam darah dan kemudian hilang melalui urin.

Namun, kadang tubuh menghasilkan asam urat dalam darah, atau ginjal hanya mampu melepaskan asam urat ke dalam urin dalam jumlah sedikit.

Akibatnya adalah, asam urat akan menumpuk dan membentuk kristal asam urat pada persendian dan mengelilingi jaringan, menyebabkan nyeri, peradangan, dan bengkak.

Asam urat merupakan produk sampingan dari purin.

Tata Cara Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) TA 2020/2021 di Sumut via Whatsapp akibat Covid-19

Purin dapat ditemukan di berbagai jenis makanan.

Ada beberapa makanan yang mengandung purin tinggi, misalnya jeroan, daging unggas, beberapa makanan laut (kerang, udang, kepiting), ikan sarden dan ikan makerel, juga alkohol.

Makanan inilah yang harus dihindari oleh penderita asam urat.

Purin sendiri merupakan zat yang secara alami terbuat dari protein.

 MOTOGP 2020 - Valentino Rossi Sambut Kembalinya Joerge Lorenzo, Masukan Positif Motor M1 Edisi 2020

Pemicu asam urat

Dilansir Mayo Clinic, ada dua kemungkinan mengapa orang dapat terkena penyakit asam urat.

Pertama, tubuh yang terlalu banyak memproduksi asam urat.

Kedua, tubuh terlalu sedikit membuang asam urat melalui urine.

Penyebab kedua inilah yang paling banyak menjadi faktor pemicu seseorang terkena asam urat.

Setidaknya hal ini dialami oleh hampir 90 persen penderita asam urat.

Asam urat biasanya menyerang ibu jari kaki, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa asam urat dapat menyerang anggota tubuh lain seperti persendian di pergelangan kaki, lutut, dan siku.

Faktor Risiko

Faktor risiko yang berperan pada munculnya penyakit asam urat adalah mengonsumsi makanan dengan kadar purin tinggi, mengonsumsi alkohol, berat badan berlebih, kadar kolesterol dan darah tinggi, diabetes, dan meminum obat-obatan tertentu seperti diuretik golongan thiazid yang dapat memicu asam urat.

Dosis rendah aspirin setiap hari juga dapat meningkatkan kadar purin dalam darah dengan menurunnya pembuangan cairan tubuh (eksresi).

 Cek Ramalan Zodiakmu Hari Ini, Taurus Dapatkan Keuntungan Finansial, Cancer Sedang Bersemangat

Stres akibat cedera, misalnya patah tulang atau prosedur operasi, juga dapat memicu munculnya asam urat.

Gejala

Asam urat juga ditandai dengan tanda-tanda berikut:

  • Nyeri hebat secara tiba-tiba, terutama pada pangkal ibu jari kaki.
  • Jaringan sekitar sendi membengkak, merah, dan hangat.

Diagnosis yang biasa diberikan oleh dokter biasanya melalui pengambilan cairan dari sendi yang terkena untuk melihat adanya kristal purin dalam sel darah putih.

 MOTOGP 2020 - Valentino Rossi Sambut Kembalinya Joerge Lorenzo, Masukan Positif Motor M1 Edisi 2020

Selain itu, dokter juga memeriksa kadar asam urat melalui darah. Pemeriksaan darah juga kadang kurang akurat dikarenakan pada serangan akut, kadar asam seseorang terlihat mendekati kadar normal.

Pengobatan

Serangan akut asam urat dapat ditangani dengan obat-obatan antiradang nonsteroid (NSAIDs) dan obat-obatan lain untuk mencegah asam urat kambuh kembali. Selain itu, beberapa hal berikut dapat membantu Anda.

1. Obat-obatan

Obat-obatan NSAIDs yang mengandung zat ibuprofen, naproksen, merupakan obat pilihan untuk mengatasi penyakit asam urat.

Obat colchicine juga telah digunakan selama berabad-abad untuk mengurangi nyeri dan bengkak pada fase serangan akut.

Tetapi, obat ini menimbulkan gangguan perut dan toksisitas dibanding dengan NSAIDs.

Pilihan obat lainnya adalah kortison, baik dalam bentuk pil maupun suntikan. Setelah itu, dokter akan menyarankan pencegahan agar asam urat tidak kambuh lagi. Biasanya berupa obat yang mengandung allopurinol selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

2. Pengobatan Mandiri

Walaupun dokter tidak menganggap makanan dan minuman sebagai penyebab utama asam urat, tapi tidak ada salahnya jika Anda mengubah gaya hidup Anda menjadi lebih sehat.

Jika menderita asam urat, batasi alkohol, menjaga pola makan, dan hindari makanan tinggi purin.

Selain itu, penghentian konsumsi obat yang mengandung allopurinol juga dapat memicu bahkan memperparah kondisi penyakit asam urat.

BERITA PENERBANGAN Citilink Stop Sementara Penerbangan Reguler dan Chapter Penumpang Rute Domestik

Sebenarnya, jika Anda telah terkena serangan asam urat, biasanya setelah beberapa saat sendi yang terkena akan normal kembali.

Namun, kemungkinan ini tidak dapat diprediksi.

Sebab jika Anda tidak mengobati atau mencegah agar penyakit asam urat tidak kembali, masalah ini akan merusak sendi Anda secara permanen dan timbunan purin tersebut juga dapat memicu timbulnya batu ginjal.

Dinikahi Pengusaha Kaya, Momo Geisha Pamer Kebayak Mahal saat Hari Kartini

Ahmad Dani Dirundung Duka - Figur yang Menginspirasi Dewa 19 Meninggal Dunia, Para Artis Berduka

TIDAK DARI MALAYSIA, Istri Tenang Malem Positif Covid-19, Anak Sehat, Ini Klarifikasi Gugus Tugas

tautan asal kompas.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved