News Video

Angka KDRT di Berbagai Negara Meningkat, Akibat dari Dampak Pandemi Covid-19

Laporan dari pihak kepolisian beberapa negara mengungkapkan kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) meningkat selama pandemi virus corona.

Editor: M.Andimaz Kahfi

Angka KDRT di Berbagai Negara Meningkat, Akibat dari Dampak Pandemi Covid-19

TRI BUN-MEDAN.com - Pandemi Covid-19 tidak hanya berpengaruh terhadap aspek kesehatan.

Mewabahnya virus corona bahkan berpengaruh pada hampir semua aspek kenegaraan.

Sampai aspek personal seperti kondisi psikis.

Imbauan pemerintah dan WHO untuk stay home atau tinggal di rumah cukup menguntungkan bagi beberapa orang.

Namun untuk sekelompok orang lain, hal itu bisa jadi petaka dan menimbulkan krisis baru.

NASIB Jadi Istri Kedua, Bukan Dapat Kasih Sayang. Cuma Minta Uang Belanja Berujung Dianiaya Suami

Laporan dari pihak kepolisian beberapa negara mengungkapkan kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) meningkat selama pandemi virus corona.

Tingkat kekerasan disebut menjadi lebih sering, lebih parah, dan lebih membahayakan.

Marianne Hester, sosiolog dari Bristol University yang mempelajari tentang kekerasan dalam hubungan.

Menyebutkan bahwa pada dasarnya risiko KDRT meningkat ketika keluarga menghabiskan waktu bersama.

Sebut pada hari raya seperti Natal dan liburan musim panas.

United Nations (UN) pada Minggu (5/4) lalu meminta seluruh negara di dunia untuk memerangi KDRT.

“Saya mendesak pemerintah seluruh negara untuk menempatkan keselamatan perempuan sebagai prioritas sebagai respon pandemi ini,” tutur Sekjen UN Antonio Guterres pada akun Twitter resminya, seperti dikutip dari New York Times, Kamis (9/4/2020).

Lockdown dan KDRT

Saat beberapa kota besar di China mengalami lockdown.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved