News Video
Rumah Sakit Telantarkan Balita Rujukan Covid-19, Pemkab Samosir Angkat Bicara & Klarifikasi?
Pemerintah Kabupaten Samosir mengklarifikasi serta meluruskan informasi pemberitaan salah satu media cetak yang dianggap keliru.
Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: M.Andimaz Kahfi
Rumah Sakit Telantarkan Balita Rujukan Covid-19, Pemkab Samosir Angkat Bicara & Klarifikasi?
TRI BUN-MEDAN.com, SAMOSIR - Pemerintah Kabupaten Samosir mengklarifikasi serta meluruskan informasi pemberitaan salah satu media cetak yang dianggap keliru.
Humas Pemkab Rohani Bakkara dalam keterangan tertulisnya di Samosir pada Sabtu, (18/4/2020) menyampaikan, pemberitaan salah satu media yang menyampaikan adanya penerlantaran anak di Rumah Sakit Hadrianus Sinaga Pangururan Samosir tidak benar.
"Selamat pagi bapak/ibu, sesuai janji saya tadi pagi kurang lebih di pukul 08.00 WIB inilah, untuk meluruskan pemberitaan dari salah satu media yang secara khusus ditanggapi oleh Ketua Komnas Ham Bapak Arist Merdeka Sirait perlu kami berikan penjelasan," kata Rohani Bakkara.
Penjelasan Rohani juga didukung video klarifikasi langsung dari orang tua pasien (Balita) bersangkutan.
Pada video itu kedua orang tua balite bersangkutan memberi penjelasan kepada Kepala Dinas Kesehatan Samosir Nimpan Karokaro di kediamannya.
Lebih lanjut, Rohani menyampaikan terkait berita seorang balita di Samosir dikirim ke RS Rujukan Covid-19 di RSUD Taput di Tarutung.
Kata Rohani, RSUD Hadrianus Sinaga telah melaksanakan rujukan sesuai SOP dari Kementerian Kesehatan RI.
Disampaikan Rohani, pemeriksaan oleh dr Spesialis paru melalui cek darah dan rapid tes menunjukkan hasilnya negatif, tetapi hasil rontgen menunjukan suspek pnemonia dan efusi pleura kanan.
Berdasarkan hasil rontgen tersebut (sesuai SOP rev 4), maka diputuskan untuk dirujuk ke RS.
"Rujukan terdekat yaitu RSUD Taput di Tarutung dengan ambulance dan didampingi perawat dan Kedua Orang tua anak balita tersebut," ujar Rohani.
Setelah pasien tiba di rumah sakit rujukan, perawat pengantar ataunendamping memberikan semua hasil lab.
Hasil lab tersebut dipelajari kembali oleh Dr Rianti (spesialis paru) dan drb Rahmi (Spesialis anak).
Selanjutnya hasilnya di sampaikan ke dr Marganda Silitonga sebagai wakil Tim penanganan covid-19 Keputusan Tim dokter RSUD Taput Tarutung.
Setelah melihat keadaan anak bahwa pasien tersebut boleh pulang dan dirawat di rumah.