STRATEGI GILA Jerman Menekan Kematian Akibat Covid-19, Ada Taksi Corona Keliling Periksa Warga
Pemerintah Jerman bisa dikatakan berhasil dalam menekan angka kematian yang diakibatkan virus Corona atau Covid-19.
Cara ini efektif untuk menjaring sebanyak mungkin orang yang diduga terjangkit virus corona yang tersebar.
Tidak heran, angka infeksi yang terkonfirmasi di Jerman memang tinggi, namun tidak dengan angka kematian yang terjadi.
Hal itu karena persebaran virus sudah cukup terlacak sejak awal dan ada penanganan konkret yang diberikan kepada orang-orang yang terindikasi terinfeksi virus corona.
Misalnya dengan pengobatan sejak dini, banyaknya tempat perawatan intensif pemerintah yang dapat dipercaya dan juga melakukan pengamatan serius terhadap kebijakan social distancing yang diserukan
Penanganan tepat dan pengobatan yang diberikan sejak dini, sebelum kondisi pasien memburuk, menjadi kunci mengapa banyak pasien corona di Jerman yang bisa bertahan hidup.
Pelacakan Virus Corona
Jerman begitu ketat dalam melakukan pelacakan virus di negaranya. Misalnya dengan melakukan pengujian tanpa terkecuali pada siapa saja yang baru mendatangi wilayah wabah di negara lain.
Salah satunya mereka yang berasal dari Ischgl sebuah resor ski di Austria yang menjadi tempat terjadinya wabah.
Benar-benar tanpa terkecuali, semua orang akan di tes, tidak peduli apakah gejala yang ditunjukkan ringan atau berat. Bahkan orang yang tidak menunjukkan gejala sekali pun tetap harus melalui proses pemeriksaan ini.
Sistem Kesehatan yang Kuat
Sebelum pandemi Covid-19 menyerang Jerman, RS University of Giessen memiliki 173 tempat perawatan intensif yang dilengkapi dengan ventilator.
Dalam beberapa minggu setelahnya, rumah sakit-rumah sakit bergegas membuat 40 tempat tidur tambahan dan memperbanyak staf yang bersiaga di ruang perawatan intensif hingga 50 persen.
Bahkan, seluruh rumah sakit di Jerman telah memperluas kapasitas perawatan intensifnya.
Hingga pada bulan Januari, Jerman memiliki sekitar 28 ribu tempat tidur perawatan intensif yang dilengkapi dengan ventilator.
Jika dibuat perbandingan, Jerman memiliki 34 fasilitas ini untuk setiap 100.000 orang, sementara Italia ada di angka 12, dan Belanda hanya 7 tempat tidur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ventilator-pernafasan.jpg)