STRATEGI GILA Jerman Menekan Kematian Akibat Covid-19, Ada Taksi Corona Keliling Periksa Warga
Pemerintah Jerman bisa dikatakan berhasil dalam menekan angka kematian yang diakibatkan virus Corona atau Covid-19.
Di rumah warga, mereka juga melakukan tes darah untuk mengetahui kondisi pasien, apakah masih stabil atau akan segera mengalami penurunan.
Namun apapun itu, petugas medis lebih sering memberikan saran untuk dilakukan rawat inap, meskipun gejala yang ditunjukkan pasien begitu ringan.
Mereka meyakini, perawatan di rumah sakit lebih efektif untuk menyelamatkan orang-orang dari kondisi yang mungkin saja memburuk.
Ini hanya satu dari sekian banyak inisiatif yang ada di Jerman untuk memerangi wabah. Taksi corona ini menunjukkan tingkat keterlibatan dan komitmen tinggi sumber daya publik untuk melindungi masyarakat.
Rata-rata Usia Pasien
Faktor lain yang mungkin menjadi alasan rendahnya angka kematian di Jerman akibat Covid-19 adalah angka usia rata-rata penderitanya yang ada di kisaran 49 tahun.
Dibandingkan dengan Perancis misalnya dengan rata-rata usia pasien ada di angka 62,5 tahun dan Italia 62 tahun.
Sebagaimana diketahui, Covid-19 lebih berbahaya dan riskan bagi kelompok usia lanjut dan orang-orang yang memiliki penyakit bawaan.
Tes Masal Sejak Awal
Alasan selanjutnya adalah jumlah orang yang diuji untuk tes Covid-19 di negara itu jauh lebih banyak dan lebih dini daripada yang dilakukan di negara lain.
Saat ini, tes masal yang ada di Jerman mencapai kapasitas 350.000 tes per minggunya. Jumlah ini jauh lebih banyak daripada negara-negara Eropa yang lain.
Selain itu, proses tes atau pengujian ini diberikan secara gratis oleh Pemerintah.
Siapapun yang memiliki gejala yang mengarah pada virus corona akan diberikan fasilitas tes ini, sehingga meski tidak memiliki uang mereka bisa aman dan tidak menularkan virus ke pihak lain.
Pada pertengahan Januari, saat belum banyak masyarakat yang berfikir tentang virus corona, rumah sakit Charite di Berlin telah mengembangkan tes dan mengunggah formulanya secara online.
Sementara saat kasus pertama Covid-19 terkonfirmasi di Jerman pada awal Februari lalu, seluruh laboratorium yang ada di negara itu telah membangun alat uji.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ventilator-pernafasan.jpg)