Skenario Jahat Gadis (17) Pelaku Aborsi, Obat Bidan Tak Manjur, 3 Hari Kemudian Janin Keluar di Kos
Untuk mensiasati itu, sang gadis melakukan skenario jahat untuk mengggugurkan kandungan. Ia memanggil jasa seorang bidan yang ahli aborsi dan hotel.
Skenario Jahat Gadis (17) Pelaku Aborsi, Obat Bidan Tak Manjur, 3 Hari Kemudian Janin Keluar di Kos
Seorang gadis remaja yang masih berumur 17 tahun tega membunuh darah dagingnya sendiri. Ia tak mau menerima nasib bahwa masih remaja sudah punya anak dari hubungan gelap.
Untuk mensiasati itu, sang gadis melakukan skenario jahat untuk mengggugurkan kandungan. Ia memanggil jasa seorang bidan yang ahli aborsi dan menyewa hotel untuk tempat eksekusinya.
Skenario jahat ini tak berjalan lancar. Obat pendorong janin dari sang bidan tak manjur. Alangkah kagetnya dia setalah 3 hari berselang janinnya keluar saat berada di kos.
TRI BUN-MEDAN.com - Praktik aborsi melibatkan bidan tenaga kesehatan dibongkar di Surabaya pada 19 Maret 2020 lalu.
Kepada polisi, bidan pelaku aborsi berinisial SM (31) mengaku hampir setiap bulan menerima permintaan aborsi.
"Pengakuan sementara kepada penyidik setiap bulan menerima permintaan praktik aborsi.
Tapi ini masih kami dalami keterangannya. Kami juga butuh bukti pendukung," terang Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran, melalui Wakasat Reskrim Kompol Ardian Satrio Utomo, saat dihubungi melalui telepon, Senin (6/4/2020).
• Pria Paruh Baya Korban Pertama Duterte, Ngamuk Serang Polisi Pakai Sabit, Berontak Tak Pakai Masker
• Pasien PDP Corona Meninggal di RS Mitra Sejati Medan, Langsung Dikubur Malam Hari
Kepada polisi, bidan SM tidak memiliki tempat khusus untuk praktik aborsi.
Dia menerima praktik di kamar hotel yang disepakati pasien yang meminta.
"Tidak punya tempat praktik khusus, tapi di kamar hotel yang disepakati pengorder," ujar dia.
Praktik bidan SM tercium polisi setelah melayani pasien perempuan yang masih berusia 17 tahun.
Kepada pasien tersebut, bidan SM mengaku memberikan obat bius, infus dan obat pendorong janin agar janin segera keluar dari rahim pasiennya.
Namun, praktik tersebut rupanya gagal, janin pasiennya tidak keluar usai diberi obat pendorong.
Janin justru keluar setelah 3 hari pelayanan aborsi di kamar indekos pasiennya.
• Pengurusan Administrasi Kependudukan, Disdukcapil Deliserdang Berlakukan Kebijakan Baru
• Tangkal Corona, Bupati Taput, Kapolres dan Kasdim Berjemur di Lapangan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mahasiswi-aborsi_20171228_091009.jpg)