Ikhlas Tangan dan Kaki Diamputasi, Kini Ahmad Prayoga Mampu Hasilkan 200 Karya Lukis Melalui Mulut

Ahmad Prayoga mampu menghasilkan lukisan dengan menggunakan mulut yang menjadi pengganti tangannya.

TRIBUN MEDAN/HO
DOKUMENTASI Ahmad Prayoga saat melukis menggunakan mulut dalam sebuah acara anniversary PFI Medan beberapa waktu lalu. 

Tertegun sejenak, Yoga mengungkapkan bahwa ia tidak akan pernah menunjukkan kelemahannya di depan orang tuanya.

Ia ingin menunjukkan pada orang tuanya bahwa ia sanggup menjalani hari-harinya.

“Yoga malu kalau untuk memperlihatkan air mata di depan orang tua. Juga tidak bisa karena Yoga seperti ini mungkin Yoga bisa menerima, tapi orangtua mungkin terlihatnya ceria menghibur Yoga. Tapi pasti dalam hatinya mungkin terbesit ‘anakku terlahir normal tapi disaat beranjak dewasa jadi seperti ini’ pasti ada perasaan seperti itu. Makanya Yoga selalu menunjukkan bahwasannya Yoga sanggup menerima keadaan seperti ini,” ujar Yoga.

Setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk setiap anaknya.

Hal ini jugalah yang disampaikan oleh Ayah Yoga, Sugiono.

Pria yang bekerja sebagai karyawan swasta ini berusaha semaksimal mungkin untuk tetap memberi dukungan penuh kepada anak laki-laki satu-satunya ini.

“Kalau itu sih, saya merasa awalnya sulit, gimana ya mengungkapnnya. Namun karena Yoga masih bersemangat untuk hidup ya kita tetap berusaha untuk menyemangati dan jangan sampai putus asa. Kita berusaha semampu kita, jangan sampai kita menyusahkan orang lain. Kita sebagai orang tua berusaha untuk memenuhi kebutuhan Yoga, jangan sampai dia merasa sendiri ataupun diasingkan,” tutur Sugiono.

Menekuni seni melukis sejak tahun 2016, membuat Yoga yakin bahwa melalui lukisan ini dapat menjadi media untuk memotivasi orang yang memiliki kondisi yang sama seperti dirinya.

Ia juga berharap, kedepannya orang-orang yang memiliki nasib yang sama seperti dirinya dapat terus bersemangat untuk menjalani hidup walau dalam keadaan apapun.

“Yoga akan seriusi ini. Yoga akan belajar terus agar bagaimana lukisan ini dapat diminati banyak orang dan bagaimana lukisan ini menjadi media yoga untuk membangkitkan dan memotivasi orang yang memiliki keadaan seperti yoga. Yoga tidak mau bangkit sendiri, yoga ingin memotivasi mereka melalui melukis. Manatahu dari seperti itu, orang-orang akan terbuka bahwasannya hidup ini kita udah ditentukan memang harus dijalani apapun yang sudah terjadi. Jadi kita tidak perlu menyesal atau menyerah kepada keadaan,” pungkas Yoga.

Hasil karya Yoga dijual dengan harga yang bervariasi.

Mulai dari Rp150-200 ribu untuk ukuran kecil, Rp200-300 ribu untuk ukuran sedang, dan Rp80 ribu per kepala untuk ukuran besar seperti foto keluarga.(cr13/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved