Ikhlas Tangan dan Kaki Diamputasi, Kini Ahmad Prayoga Mampu Hasilkan 200 Karya Lukis Melalui Mulut

Ahmad Prayoga mampu menghasilkan lukisan dengan menggunakan mulut yang menjadi pengganti tangannya.

TRIBUN MEDAN/HO
DOKUMENTASI Ahmad Prayoga saat melukis menggunakan mulut dalam sebuah acara anniversary PFI Medan beberapa waktu lalu. 

“Masa sulitnya disitu. Saat Yoga harus kembali lagi seperti belajar bagaimana cara duduk, berjalan dan di situ juga Yoga harus menerima kenyataan yang ada di depan Yoga. kita tidak boleh menolak, melawan, berontak, dan memang harus Yoga terima,” tuturnya.

Berjalan setahun pascaoperasi, Yoga memikirkan apa yang dapat ia lakukan walau memiliki kondisi fisik yang tak lagi sempurna.

Bergabung dalam yayasan Smiling Kids, sebuah rumah singgah bagi para pejuang kanker cilik, Yoga pun mulai mengenal dunia lukisan.

Ia mengungkapkan bahwa sebelum kejadian ini, ia tidak pernah terpikirpun untuk melakukan kegiatan melukis.

Ia menuturkan bahwa sebelum kejadian ini, ia sudah terjun dalam pekerjaan yang mengutamakan tenaga.

“Pada waktu keadaan belum seperti ini, Yoga kerjanya buruh kasar sambil sekolah. Waktu masa kecil Yoga sering ke ladang dan kerja bangunan. Waktu SMK itu sering nerima kerjaan untuk jadi tukang las, nggak pernah terpikirkan untuk melukis. Setelah kejadian ini mungkin sudah jalannya dari Allah, Yoga dikenalkan dalam dunia lukis. Mungkin ini yang bisa Yoga kerjakan untuk menjadi semangat Yoga untuk terus bergerak,” ujar Yoga.

Melukis bukanlah sesuatu yang mudah bagi sebagian orang. Haruslah memiliki imajinasi yang tinggi dan skill melukis yang terlatih. Bagi Yoga, melukis bukanlah sesuatu hal yang mustahil untuk dilakukan asal dengan kerja keras dan ketelatenan.

Ia menuturkan bahwa awal latihan melukis ia hampir putus asa.

Mengasah Kemampuan Melukis Henna sebagai Profesi Sampingan yang Menjanjikan

“Waktu awal belajar melukis itu sulit dan sempat mikir sepertinya tidak bisa untuk melanjutkan melukis ini, karena memang capek sekali itu. Pegal dia waktu melukis itu. Entah habis berapa kertas dan cat tapi tidak menghasilkan. Yoga merasa kenapa seperti ini. Akhirnya Yoga belajar melalui Youtube ataupun Instagram dan Yoga praktikkan sendiri. Dari situ awal belajarnya, makanya sampai sekarang bisa keseharian Yoga,” ungkapnya.

Ketekunannya dalam berlatih melukis selama berbulan-bulan berhasil membuat Yoga hingga akhirnya mampu banjir tawaran orderan lukisan yang hingga kini total ada 200 lukisan yang mampu dibuatnya.

Yoga menuturkan bahwa, melalui lukisannya, ia mampu bertemu dengan para sosok inspiratif.

Pengalaman berkesannya dalam melukis yaitu saat ia harus melukis wajah dari Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution saat acara anniversary Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan.

“Ya sebernarnya Yoga sering melukis wajah tapi inikan sosoknya beda. Karena inikan seorang pemimpin di kota Medan. Awalnya bisa nggak ya. Takutnya tidak sesuai tapi akhirnya dicoba. Akhirnya memang karena Yoga ingin sekali melukis sosok pemimpin dan live langsung di lokasi, dilihat banyak orang dan gugup juga. Waktu Pak Akhyar datang kondisinya 90 persen,” kata Yoga.

Mampu berkarya walau memiliki fisik yang kini tak lagi sempurna, Yoga mengungkapkan siapa sosok yang menjadi inspirasinya.

Ia menuturkan bahwa orangtua lah yang paling berjasa baginya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved