Mengasah Kemampuan Melukis Henna sebagai Profesi Sampingan yang Menjanjikan

Mutia menyampaikan setiap orang yang ingin mulai melukis Henna dapat berlatih dan mengenali Henna dari berbagai literasi

Penulis: Alija Magribi |
Tribun Wow/ Dok
FOTO ILUSTRASI: Lukisan Henna. (Tribun Wow/ Dok) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seni melukis tangan mempelai wanita dalam suatu acara pernikahan tentu bukan hal yang asing bagi masyarakat Indonesia.

Budaya asli dari India dan beberapa negara Timur Tengah ini bagaikan sudah menyusupi lini kehidupan masyarakat Indonesia, sehingga melihat penggunaan Henna, bukanlah sesuatu yang langka lagi.

Mutia, salah satu seniman henna dari Komunitas Henna Artis Medan mencoba mengajak para ibu ibu rumah tangga (IRT), Mahasiswi dan pelajar untuk mencoba mengasah kemampuannya berkarya melalui Henna. Bukan tanpa alasan. Sebab berprofesi sebagai seniman Henna belakangan cukup menjanjikan.

"Kalau pasaran termurah itu, kan, di Medan bisa Rp 300-350 ribu. Nah, kita coba bagaimana menjaga pasar tersebut. Kalau saya sendiri pernah meraup penghasilan rata rata di atas Rp 5 juta. Menjanjikan juga, kan?," Ujar Mutia dengan tawa.

Kali ini, tepat di Kofe Rumah Nongkrong, Jalan Dame, No. 4 Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, Minggu (25/10/2019), Mutia dan teman teman wanita lainnya mencoba mendalami teknik dasar melukis Henna.

Mutia menyampaikan setiap orang yang ingin mulai melukis Henna dapat berlatih dan mengenali Henna dari berbagai literasi. Tak mesti kursus atau masuk kelas, menyimak media internet seperti YouTube pun sama baiknya.

Dalam paparannya kepada Ibu-Ibu, mahasiswi dan palajar, untuk mulai menggeluti Henna, alangkah baiknya untuk menguatkan niat dan segera mungkin mengaplikasikannya ke tangan yang nyata.

"Teori gak akan berguna kalau tidak ada suatu tindakan. Nah saat memulai coba diaplikasikan ke tangan teman, adik atau orang terdekat siapapun yang tidak punya alergi dengan Henna. Jadi jangan dulu serius, ujug ujug mau merias pengantin," ujar Mutia.

Ia melanjutkan kemudian setelah berulangkali mendapat hasil hiasan yang bagus, coba untuk menerima pesanan merias tangan atau kaki pengantin.

"Untuk debut pertama kali, jangan juga lupa disampaikan kemahirannya yang motif apa, sudah berapa lama latihan dan pengalamannya. Sehingga ke depan tidak ada kekecewaan dari klien yang memakai jasa kita, sebab sudah kita jelaskan sejak awal," ujar Mutia.

Beberapa teknik dasar melukis Henna pun disampaikan Mutia dalam ruang diskusi, mulai dari membuat titik, drops, Splitter atau Scripts, Lines, membuat pagar, Spiral, Bunga Cascade, Pasill atau Cucumber sampai dengan melukis daun.

"Jangan lupa perhatikan kualitas Henna dan tangan yang mau dihias juga. Itu penting ya," pungkas Mutia.

Satu diantara peserta yang hadir, Aida Lubis yang merupakan mahasiswa semester akhir di UNIMED mengaku banyak hal baru yang ia ketahui. Beberapa selama ini ia praktikkan ternyata keliru.

"Saya sempat berhenti ngelukis Henna karena hasil karya saya kemarin itu gak memuaskan orang yang saya kerjakan. Lalu, sekarang saya coba lagi. Ternyata ada beberapa teknik yang saya lakukan itu salah, seperi langsung menebalkan garis. Padahal ada titik titik kecil dulu," cerita Aida.

(cr15/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved