Warga Tanah Jawa Dangkalkan Sungai Demi Buat Jalur Baru
Jembatan penghubung Kota Siantar dengan Kabupaten Simalungun di Tanah Jawa belum bisa dilalui hingga saat ini.
Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
RAYA,TRIBUN-Jembatan penghubung Kota Siantar dengan Kabupaten Simalungun di Tanah Jawa belum bisa dilalui.
Setelah ambles lagi pada Sabtu (21/3/2020) lalu, progres pembangunan jembatan bailey ini tidak jelas.
Sehingga, warga sekitar lokasi terpaksa mendangkalkan sungai untuk membuat jalur baru bagi pengendara.
• Jembatan Tanah Jawa Simalungun Ambruk Lagi, Ternyata Ini Penyebabnya
"Karena kondisi jembatan belum bisa dilalui, warga secara swadaya membuat jalur alternatif.
Untuk kendaraan, kami minta melintas di bawah jembatan," ungkap Juli, seorang warga di lokasi, Minggu (29/3/2020).
Ia mengatakan, jalur alternatif itu sudah dipasangi kayu.
Gunanya, agar kendaraan tidak tergelincir saar melintas.
Adapun kayu tersebut, merupakan bantuan dari PTPN IV.
• Terputus 2 Tahun, Akhirnya Jalan Lingkar Kabanjahe di Kacaribu Mulai Dibangun Jembatan
"Material kayunya dari pihak perkebunan.
Kami mengimbau bagi pengendara yang ingin melintas di lokasi agar tetap hati-hati," katanya.
Karena jembatan penghubung ini tak kunjung selesai, sejumlah pengendara yang sering melintas di lokasi kesal.
"Kalau lah ini nanti enggak selesai juga saat jelang lebaran, gimana lah orang mau pulang kampung. Apa-apa pun jadi terhambat," kata Purba.
• Dugaan Korupsi Pembangunan Jalan dan Jembatan di Madina, Kepala Dinas BMBK Diperiksa Kejagung
Ia mengatakan, waktu itu Pemerintah Provinsi Sumut berjanji akan menyelesaikan pembangunan jembatan paling lama Desember 2019.
"Sampai sekarang jembatan ini enggak siap juga.
Padahal ini sudah masuk akhir Maret 2020," ungkap Purba. Senada disampaikan Nisa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jalan_longsor_siantar_tanah_jawa.jpg)