JUMLAH ODP CORONA di Toba Bertambah Jadi 250 Orang, TKI dari Malaysia dan Siswa dari Jakarta
"Sekarang kurang lebih berjumlah 250 orang tapi itu sudah kita masukkan dalam pendataan kita,"
Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Salomo Tarigan
Melalui BLT tersebut, harapannya masyarakat bisa disiplin mengikuti pedoman pemerintah dalam menangangi pandemi Covid-19, terutama masyarakat yang bekerja di sektor informal.
"Dengan demikian, bisa membantu untuk bisa mengikuti arahan dan pedoman mengurangi interaksi dan aktivitas dan tidak melakukan kumpul sehingga bisa memerangi penyebaran virus ini, tetapi tetap mendapatkan bahan pokok, terutama bagi pekerja harian," ujar Bendahara Negara.
Sasaran BLT
Susiwijono menambahkan, stimulus berupa BLT akan digelontorkan kepada beberapa kelompok masyarakat.
Kelompok pertama yaitu 40 persen kelompok masyarakat yang masuk dalam ketegori rumah tangga termiskin dengan jumlah 29,3 juta kepala.
Adapun hingga saat ini, pemerintah telah memiliki data penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebanyak 15,2 juta orang sebagai sasaran penerima kucuran BLT.
"Untuk yang 14,1 juta sedang dihitung lagi, sembari digulirkan yang 15,2 juta nanti dikompolasi tarus dari data yang 14,1 juta," jelasnya.
Selain itu pemerintah juga akan menggulirkan BLT untuk kelompok komunitas terdampak, utamanya pekerja informal di perkotaan. Pemerintah pusat pun tengah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk bsia mendapatkan data pekerja informal yang meliputi pemilik warung, pedagang pasar, serta ojek online.
"BLT untuk kelompok komunitas terdampak, untuk covid-19 yang paling terdampak ini kan masyarakat perkotaan. Karena itu kami siapkan bentuk bantuan sosial melalui BLT untuk meningkatkan daya beli kelompok terdampak. Siapa saja? Pertama pasti pekerja sektor informal, berarti warung, toko-toko kecil, pedagang pasar dan sebagainya," ujar Susiwijono.
"Kedua seperti diketahui yang paling terdampak adalah pelaku usaha transportasi online, Kami sudah mengajak diskusi Gojek dan Grab, dan sudah minta data dan beberapa dengan transportasi online lain, dan pekerja informal harian lain," imbuhnya..
Selain itu, pemerintah juga menggandeng asosiasi pengelola mall seperti Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) untuk meminta data pekerja harian di pusat perbelanjaan.
Para pekerja harian di mal pun tak ketinggalan bakal mendapatkan BLT dari pemerintah.
"Pekerja harian di mal pusat perbelanjaan, kami kerja sama dengan beberapa asosiasi. Para pekerja informal harian untuk mendapatkan BLT dalam rangka meningkatkan daya beli," ujar dia.
(Jun/wen/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/petugasguvus-tugas-percepatan-penanganan-copid-19-kabupaten-toba.jpg)