JUMLAH ODP CORONA di Toba Bertambah Jadi 250 Orang, TKI dari Malaysia dan Siswa dari Jakarta
"Sekarang kurang lebih berjumlah 250 orang tapi itu sudah kita masukkan dalam pendataan kita,"
Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Salomo Tarigan
TRI BUN-MEDAN.COM, TOBA -Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) terkait antisipasi Virus Covid-19 (Corona) di Kabupaten Tobasa, bertambah hingga hari Jumat (26/3/2020).
• SURAT EDARAN PEMKO MEDAN Libur ke Sekolah hingga 29 Mei, Pesan Dinas Pendidikan pada Siswa dan Ortu
Ketua Gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Toba, Pontas Batubara menyampaikan sebelumnya dari data Kamis kemarin (25/3/2020) sebanyak 23, bertambah 4 ODP dan total 27.
"Sementara Pasien Dalam Pemantauan (PDP) nihil," kata Pontas kepada wartawan di Posko Balige, Jumat (26'3/2020).
• BERLAKU MULAI HARI INI Buka -Tutup Jalan Kota Medan, Ini Imbauan Kasatlantas Polrestabes Medan
Menurut Pontas ke-27 ODP tersebut melakukan isolasi mandiri di rumah dan tetap dipantau tim Gugus tugas.
Pihaknya juga memperoleh data kedatangan ke wilayah Toba yaitu warga dari luar negeri-TKI Malaysia .
Kemudian pelajar, dan anak sekolah yang datang dari Jakarta dan Banten.
"Sekarang kurang lebih berjumlah 250 orang tapi itu sudah kita masukkan dalam pendataan kita,"sebut Pontas didampingi Kasat Pol PP Toba J. Briztito Sianipar.
Guna mengantisipasinya, pihaknya tetap pro aktif mendata dengan bekerja sama pemerintah kecamatan, kelurahan,dan desa Se-Kabupaten Toba.
"Tim surveilans kita sampai ke daerah sehingga status mereka yang kita tetapkan nantinya mungkin akan naik ini, cuma yang pasti mereka belum ada tanda-tanda batuk atau demam,"kata Pontas yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Toba ini.
Pontas menyebutkan dari 23 orang kategori ODP yang terdata berasal dari kecamatan Tampahan 1, Balige 14, Laguboti 4, Sigumpar 1, Porsea 4, Parmaksian 1, Lumban julu 1, Ajibata 1. Semua yang ODP isolasi di rumah.
Ia juga memaparkan berbagai hal yang dilakukan oleh Satgas seperti penyemprotan disinfekan pada tempat umum, selanjutnya adalah:
1. Imbauan cuci tangan, social distancing dan stay at home.
2.Tim surveilans aktif di tiap kecamatan,
3.Imbauan pembubaran oleh aparat di tempat-tempat umum yang masih berkerumunan dan pesta-pesta,
4.Pendataan aktif bagi masyarakat yang baru pulang dari luar negeri dan daerah transmisi lokal sebanyak 250 orang .Tiap hari akan bertambah.
5. Dengan surveilance aktif akan menetapkan status mereka dari waktu ke waktu apakah ODP atau PDP selesai masa pemantuan,atau sudah pindah.
• 3 HARI LAGI, Ingat Cara Isi SPT Tahunan dan Cara Aktifkan EFIN lewat Aplikasi OnlinePajak
Pantauan di lokasi Posko BPBD Toba juga sudah didirikan tenda steril disinfektan untuk menyemprot pegawai dan tamu yang berkunjung ke kantor ini.
Sementara itu, tmpat wisata pantai Lumban Bulbul akan ditutup.
Seusai konferensi pers, Berlin Marpaung warga desa wisata tepi Danau Toba-Desa Lumban Bulbul ,Kecamatan Balige, Toba menginformasikan bahwa desa yang terkenal dengan pantai pasir putih ini sudah melakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri oleh pemerintah desa, Jumat pagi.
• BERITA PERSIB HARI INI: Wander Luiz Positif Corona, Pengakuan Pemain Asing Persib Bandung
• SURAT EDARAN PEMKO MEDAN Libur ke Sekolah hingga 29 Mei, Pesan Dinas Pendidikan pada Siswa dan Ortu
Selanjutnya memohon dukungan pihak Gugus Tugas Toba bersama aparat keamanan agar ikut bersama pihak desa melakukan penutupan akses jalan menuju tempat wisata di desa Lumban Bulbul.
Ketua Gugus Pontas mengaku menyambut baik berkoordinasi Sat Pol PP Toba dan pihak Kecamatan Balige.
Dana BLT untuk Warga Tak Mampu
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan, pemerintah pusat akan segera menggelontorkan dana kepada masyarakat kurang mampu.
Bantuan ini diharapkan bisa membantu perekonomian masyarakat, di mana saat ini kondisi Indonesia, khususnya Sumatera Utara masuk kategori darurat penyebaran virus Corona atau Covid-19.
Para pekerja, baik itu yang berada di kantor swasta dan aparatur sipil negara sudah dimintakan untuk bekerja di rumah, guna mengantisipasi penyebaran.
Namun, kepada masyarakat golongan bawah pastinya mereka akan tetap mencari rejeki untuk membiayai segala kebutuhan rumah tangga, baik itu makanan dan lain-lain.
"Pemerintah pusat akan memberikan tambahan bantuan uang tunai kepada masyarakat tidak mampu," kata Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Jumat (27/3/2020).
Akan tetapi, Edy tidak menyebutkan secara detail berapa jumlah dana yang akan diterima oleh setiap keluarga.
Ia mengatakan, kebijakan ini adalah bentuk dan bagian atas tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat.
Mantan Pangkostrad ini berharap dana ini segera digelontorkan kepada masyarakat yang tidak mampu. Sebab, bantuan ini sangat diperlukan oleh mereka, lantaran situasi sudah berdampak ke berbagai sektor, termasuk perekonomian.
Selain itu, orang nomor satu di Pemprov Sumut ini juga meminta kepada seluruh perusahaan yang ada agar mengulurkan tangan untuk membantu masyarakat tidak mampu.
"Saya mengajak pengusaha yang berkemampuan lebih agar membantu mereka yang berada di lapisan paling bawah, mari kita ulurkan tangan saling bantu untuk mengatasi masalah ini," jelasnya.
Bantuan Langsung Tunai
Diketahui, pemerintah pusat berencana memberikan bantuan langsung tunai (BLT) untuk masyarakat yang merasakan dampak penyebaran wabah virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19.
Hal itu dikatakan langsung oleh Sekretaris Menteri Koordinator (Sesmenko) Perekonomian Susiwijono saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (26/3/2020).
"Daya beli melalui BLT untuk kelompok komunitas terdampak. Seperti kita ketahui, wabah Covid-19 ini yang paling terdampak adalah masyarakat perkotaan. Kita lihat DKI Jakarta dan sekitarnya yang paling terdampak," kata Susiwijono.
"Karena itu, kami menyiapkan bentuk bantuan sosial melalui BLT untuk meningkatkan daya beli kelompok terdampak," lanjutnya.
Susiwijono menjelaskan, BLT tersebut akan diberikan kepada pekerja sektor informal, antara lain pengusaha warung, pedagang kecil, serta pengemudi transportasi online.
Pemerintah, lanjut Susi, sudah mulai meminta data calon penerima bantuan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, asosiasi perdagangan, hingga pihak Gojek dan Grab.
"Kami sudah diskusi dan minta data dari Gojek, minta data dari Grab, dan juga sebenarnya beberapa yang terkait dengan transportasi online lain," ungkapnya.
Ia menambahkan, para pekerja harian di pusat perbelanjaan juga akan mendapat bantuan.
"Kita akan data para pekerja informal harian untuk mendapatkan bantuan langsung tunai dalam rangka meningkatkan daya beli. Jadi itu yang pertama program stimulus lanjutan dalam konteks peningkatan daya beli," ucap Susi.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pihaknya masih mengkaji skema insentif yang akan digulirkan untuk pekerja sektor informal serta pekerja harian.
Namun, pihaknya memastikan para pekerja harian serta pelaku usaha kecil bakal mendapatkan insentif dari pemerintah berupa bantuan langsung tunai.
"Kita akan melihat sektor informal untuk mendukungnya dalam bentuk bantuan langsung tunai melalui database yang ada," kata Sri Mulyani saat video conference, Jakarta, Selasa (24/3/2020).
Melalui BLT tersebut, harapannya masyarakat bisa disiplin mengikuti pedoman pemerintah dalam menangangi pandemi Covid-19, terutama masyarakat yang bekerja di sektor informal.
"Dengan demikian, bisa membantu untuk bisa mengikuti arahan dan pedoman mengurangi interaksi dan aktivitas dan tidak melakukan kumpul sehingga bisa memerangi penyebaran virus ini, tetapi tetap mendapatkan bahan pokok, terutama bagi pekerja harian," ujar Bendahara Negara.
Sasaran BLT
Susiwijono menambahkan, stimulus berupa BLT akan digelontorkan kepada beberapa kelompok masyarakat.
Kelompok pertama yaitu 40 persen kelompok masyarakat yang masuk dalam ketegori rumah tangga termiskin dengan jumlah 29,3 juta kepala.
Adapun hingga saat ini, pemerintah telah memiliki data penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebanyak 15,2 juta orang sebagai sasaran penerima kucuran BLT.
"Untuk yang 14,1 juta sedang dihitung lagi, sembari digulirkan yang 15,2 juta nanti dikompolasi tarus dari data yang 14,1 juta," jelasnya.
Selain itu pemerintah juga akan menggulirkan BLT untuk kelompok komunitas terdampak, utamanya pekerja informal di perkotaan. Pemerintah pusat pun tengah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk bsia mendapatkan data pekerja informal yang meliputi pemilik warung, pedagang pasar, serta ojek online.
"BLT untuk kelompok komunitas terdampak, untuk covid-19 yang paling terdampak ini kan masyarakat perkotaan. Karena itu kami siapkan bentuk bantuan sosial melalui BLT untuk meningkatkan daya beli kelompok terdampak. Siapa saja? Pertama pasti pekerja sektor informal, berarti warung, toko-toko kecil, pedagang pasar dan sebagainya," ujar Susiwijono.
"Kedua seperti diketahui yang paling terdampak adalah pelaku usaha transportasi online, Kami sudah mengajak diskusi Gojek dan Grab, dan sudah minta data dan beberapa dengan transportasi online lain, dan pekerja informal harian lain," imbuhnya..
Selain itu, pemerintah juga menggandeng asosiasi pengelola mall seperti Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) untuk meminta data pekerja harian di pusat perbelanjaan.
Para pekerja harian di mal pun tak ketinggalan bakal mendapatkan BLT dari pemerintah.
"Pekerja harian di mal pusat perbelanjaan, kami kerja sama dengan beberapa asosiasi. Para pekerja informal harian untuk mendapatkan BLT dalam rangka meningkatkan daya beli," ujar dia.
(Jun/wen/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/petugasguvus-tugas-percepatan-penanganan-copid-19-kabupaten-toba.jpg)