Virus Corona

Saat Sekarat Kena Virus Corona, Pastor Berardelli Malah Selamatkan Pasien Muda yang tak Dikenalnya

Setidaknya 50 pastor yang meninggal karena Covid-19 di seantero Italia, dengan wilayah terparah di Lombardy.

Editor: Tariden Turnip
Oratorio Casnigo via BBC
Bapa Giuseppe Berardelli. Pastor berusia 72 tahun yang meninggal akibat virus corona di Italia pekan lalu. Dia menjadi pemberitaan karena sebelum meninggal, dia memilih memberikan respirator yang harusnya digunakannya ke pasien berusia muda yang sama sekali tidak dikenalnya. 

Kantor berita ANSA melaporkan, Beschi menerangkan bahwa Bapa Suci menghubunginya untuk mendapatkan langsung situasi terkini Bergamo.

"Beliau sangat tertegun dengan banyaknya korban meninggal atas banyaknya kematian, dan keluarga yang harus mengalami kepiluan seperti ini," terang dia.

Dilansir media lokal Avvenire, Rabu (18/3/2020), korban meninggal akibat Covid-19, penyakit yang diakibatkan virus corona, juga terjadi di wilayah lain.

Di Parma, lima orang pemuka agama Katolik meninggal, dengan korban termuda bernama Don Andrea Avanzini yang mengembuskan napas terakhir pada usia 55 tahun.

Di Keuskupan Cremona, Mgr Vincenzo Rini diberitakan meninggal karena Covid-19 pada Sabtu (14/3/2020) dalam usia 75 tahun.

Rini dikenal tak hanya sebagai pakar literatur dan novelis, tapi juga menjalankan media keuskupan selama 30 tahun, dan sempat menjabat sebagai kantor berita keuskupan Italia.

Uskup Cremona, Antonio Napolioni, yang sempat dirawat selama 10 hari karena terinfeksi virus corona, disebut sudah pulih dan pulang pada Senin (16/3/2020).

Puluhan pastor yang meninggal karena virus corona tersebut diberitakan tidak akan mendapat upacara pemakaman, sama seperti korban lainnya.

Siapa itu Pastor Berardelli?

Bapa Giuseppe Berardelli adalah gembala gereja utama di kota Casnigo.

Dia dilaporkan meninggal pekan lalu saat mendapat perawatan di Lovere.

Berdasarkan keterangan rumah sakit, gembala berusia 72 tahun itu menolak menggunakan respirator yang memang dibelikan oleh salah satu umat.

Dia memilih untuk memberikannya kepada pasien virus corona berusia muda, di mana Berardelli disebut tidak mengenalnya sama sekali.

Kabar kematiannya disampaikan oleh James Martin, imam di Serikat Jesuit sekaligus penulis buku Jesus: A Pilgrimage, di Twitter.

Martin mengumumkan kematian Berardelli dengan mengutip ayat Alkitab berbunyi "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya".

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved