Putus Asa Luka Caesar Tak Kunjung Sembuh, Ibu Rumah Tangga Gantung Diri di Simalungun

Seorang ibu tumah tangga (IRT) ditemukan tewas dengan cara bunuh diri di kediamannya, Kecamatan Panombean Pane, Kabupaten Simalungun,

Penulis: Alija Magribi | Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Alija Magribi
Evakuasi warga bunuh diri di Nagori Pematang Pane, Kecamatan Panombean Pane, Kabupaten Simalungun. 

Delapan Hari 3 Kasus Bunuh Diri

Selama delapan hari terakhir, mulai dari Minggu (8/3/2020) sampai Senin (16/3/2020) sudah terjadi 3 kasus bunuh diri di Kabupaten Simalungun.

Aksi bunuh diri ini dilakukan dengan berbagai motif yang berbeda.

Pada Minggu (8/3/2020) RS ditemukan tewas karena bunuh diri.

Pria 18 tahun itu nekat menenggak racun serangga hingga akhirnya terlihat terbujur kaku di perladangan milik masyarakat di Nagori Raya Bayu, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun.

Sebelum bunuh diri, RS sudah mengabarkan pada kerabatnya untuk mengakhiri hidup

Kemudian Minggu (15/3/2020) Minggu malam, VS, warga Huta I, Nagori Bosar Galugur, Kelurahan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun dikejutkan dengan aksi bunuh diri kakek 77 tahun di rumahnya.

Korban VS diduga depresi dengan penyakit yang diidap sehingga memutuskan untuk mengakhiri hidup.

Berlanjut hari ini, Senin (16/3/2020) Polsek Panei Tongah menemukan laporan seorang ibu rumah tangga (IRT) ditemukan tewas dengan cara bunuh diri di kediamannya Huta Baruci Nagori Pamatang Pane Kecamatan Panombean Pane, Kabupaten Simalungun.

Aksi bunuh diri ini baru diketahui Senin (16/3/2020) siang hari tadi.

Korban yang diketahui memiliki identitas bernama DLT, berusia 35 tahun memutuskan mengakhiri hidupnya dengan menggunakan 2 helai kain selendang.

Dugaan aksi ini dilatarbelakangi sakit yang diderita korban sejak operasi Caesar Januari 2020 lalu.

Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Agustiawan mengatakan dari ketiga kasus ini, seluruh korban memutuskan bunuh diri dengan alasan masing-masing.

"Dari semua kasus, keluarga setelah dilakukan pemeriksaan kepada jenazah, mereka semua sepakat tidak bunuh diri.

Karena memang kita tidak temukan tanda-tanda pidana," ujar Agustiawan sembari menanyakan pihak keluarga setuju tidak dilakukan autopsi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved