Usai Nonton Film P0rn0, Pembunuh Sadis Rudapaksa Korbannya Setelah Tewas
Pembunuh siswi SMP yang rudapaksa korbannya akhirnya ditangkap petugas Sat Reskrim Polres Tanjungbalai
TANJUNGBALAI,TRIBUN-Penyidik gabungan Polres Tanjungbalai akhirnya mengungkap dan menangkap pelaku pembunuh NMS (14), siswi MTSN Tanjungbalai yang tewas di rumahnya pada Sabtu (7/3/2020) kemarin.
Adapun pelakunya, yakni ST (16) kerabat korban.
Menurut pengakuan pelaku, ia tega menghabisi nyawa NMS karena korban melawan saat dirudapaksa.
"Saya sempat dari warnet menonton film porno (dewasa). Setelah itu, saya ke rumah korban," kata SY, saat dihadirkan dalam gelar pemaparan di Polres Tanjungbalai, Senin (9/3/2020) siang.
• Sembunyi di Kandang Babi, Pembunuh Penjaga Tambak Akhirnya Ditangkap Polisi
Dari pengakuan SY, ia juga sering mengintip korbannya ketika mandi.
Sehingga, berahi SY kerap memuncak tatkala mengingat paras korban.
"Beberapa kali mengintip korban pas lagi mandi di rumahnya, ada sempat juga hampir ketahuan," ucap SY.
Terkait kasus ini, Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan pelaku ditangkap setelah diperiksa berulangkali oleh penyidik.
Dalam pemeriksaan, pelaku kerap memberikan keterangan yang berbelit.
• Polisi Kejar Pembunuh Siswa di Sei Semayang, Sudah Meninggal 3 Hari, Diautopsi di RS Bhayangkara
"Dari tujuh saksi yang kami periksa, akhirnya penyidik memutuskan untuk menetapkan tersangka sebagai tersangka.
Sebab, pengakuannya kerap tidak sinkron dengan fakta di lapangan," ungkap Putu.
Atas perbuatannya, SY dijerat Pasal 81 ayat (1) dan Pasal 80 ayat (3) UU RI No 35 tahun 2014,
tentang perubahan pertama atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Jo UU RI No 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak ancaman.
"Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara," tegas Putu.
Kematian NMS sempat mengejutkan sang ibu pada Sabtu (7/3/2020) kemarin.
Kala itu, ibu korban hendak membangunkan anaknya.
Begitu masuk ke dalam kamar, korban ditemukan bersimbah darah dengan kondisi pakaian yang tidak utuh.
Kasus inipun sempat menggegerkan warga Gang Peringatan, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai.
Di lain tempat, NSS, pelajar putri warga Kecamatan Seikepayang, Kabupaten Asahan ditemukan tewas dalam parit bekas galian ekskavator pada Senin (9/3/2020) pukul 06.30 WIB.
• Pelarian Pembunuh Siswi SMA Santun Berakhir di Pinyuh
Jasad remaja berusia 14 tahun itu tertutup daun sawit kering, dengan luka robek di bagian dahi dan dagu.
Menurut polisi, sebelum ditemukan tewas, pada Minggu (8/3/2020) pukul 16.00 WIB, korban pamit hendak mencari berondolan sawit.
"Hingga pukul 19.00 WIB, korban tidak pulang ke rumahnya.
Karena orangtuanya khawatir, pihak keluarga kemudian mencari korban di sekitar kebun sawit," ungkap Kapolsek Seikepayang, AKP Zulham, Senin siang.
Karena tidak ketemu, pihak keluarga memutuskan kembali ke rumah.
• Kapolres Pimpin Langsung Prarekonstruksi Pembunuhan Sadis Siswi MTSN Tanjungbalai
Keesokan paginya, pencarian kembali dilakukan.
Saat itu, pihak keluarga hanya menemukan sepeda motor Yamaha Vixion, yang sempat dibawa korban untuk mencari berondolan sakit.
"Sekitar 200 meter dari lokasi terparkirnya sepeda motor, jasad korban pun ditemukan," ungkap Zulham.
Setelah dievakuasi, jasad NSS kemudian dibawa ke RSUD dr Tengku Mansyur, Kota Tanjungbalai.
Namun, untuk kepentingan aotopsi, selanjutnya jenazah diberangkatkan ke RSUD Djasemen Saragih, Siantar.
"Penyebab korban tewas masih dalam penyelidikan," pungkas Zulham.
• BREAKING NEWS: Sekeluarga Diduga Jadi Korban Pembunuhan, Ayah Ibu Kritis, Anak Ditemukan Tewas
Pakar Kriminolog UMSU, Redianto Sidi menilai banyaknya kasus pembunuhan yang terjadi di masyarakat akibat beberapa hal.
Faktor pertama, manusia sudah loss control (kehilangan kontrol) bagi manusia lainnya dan bukan menggagap yang lainnya sebagai manusia.
Kemudian, manusia saat ini sudah menjadi Serigala bagi manusia lainnya.
"Selain itu, lingkungan dan ekonomi juga menjadi faktor masyarakat menjadi nekat untuk melakukan pembunuhan," katanya.
Ia mengatakan, karena beberapa faktor di atas, terjadi komplikasi yang akhirnya membuat seseorang menjadi nekat untuk bertindak.
Maka dari itu, ia pun mengimbau agar masyarakat saling mengenal dan mendekatkan diri, serta memantau satu sama lain.(ind)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pembunuh-siswi-mtsn-tanjungbalai.jpg)