Kesehatan

BERITA KESEHATAN: Cara Kompres Demam, Pakai Air Panas atau Dingin? Anda Perlu Tahu

BERITA KESEHATAN: Cara Kompres Demam, Pakai Air Panas atau Dingin? Anda Perlu Tahu

Editor: Salomo Tarigan
Shutterstock
BERITA KESEHATAN: Cara Kompres Demam, Pakai Air Panas atau Dingin? Anda Perlu Tahu 

BERITA KESEHATAN: Cara Kompres Demam, Pakai Air Panas atau Dingin? Anda Perlu Tahu

TRI BUN-MEDAN.com - Selama ini masih banyak yang salah kaprah memberikan kompres dingin atau kompres es batu baik pada anak maupun orang dewasa yang sedang demam.

Padahal saat demam, tubuh perlu kompres panas sebagai sinyal kepada otak untuk menurunkan suhu tubuh.

Suhu tubuh normal manusia adalah sekitar 37-37,5 derajat Celsius.

BERITA KESEHATAN: Cara Kompres Demam, Pakai Air Panas atau Dingin? Anda Perlu Tahu
BERITA KESEHATAN: Cara Kompres Demam, Pakai Air Panas atau Dingin? Anda Perlu Tahu (Shutterstock)

Ketika berada di atas itu, sudah masuk dalam kategori demam.

Lyodra Ginting Disambut Meriah di SMA Santo Thomas 2 Medan

FAKTA Kisah Seorang Anak Menikahi Ibunya Sendiri : Rela Kucilkan demi Cinta

Sebelum minum obat, memberikan kompres bisa jadi salah satu cara membuat tubuh lebih nyaman.

Kompres panas atau dingin?

Di pusat otak, ada hipotalamus yang bertugas mengatur suhu tubuh. Ketika ada infeksi virus atau bakteri, maka sistem kekebalan tubuh akan merespons dengan menaikkan suhu tubuh.

Tujuannya, agar virus atau bakteri tidak bisa bertahan dalam tubuh.

Ketika sedang demam tinggi bahkan sampai menggigil, sebenarnya tubuh sedang “berperang” melawan virus atau bakteri.

Jadi, demam adalah hal yang baik untuk tubuh, asalkan jangan terlalu tinggi.

Namun seringkali, orang yang sedang menderita demam tidak merasa nyaman. Bahkan, penderita demam bisa merasa lemas hingga tak kuasa beraktivitas.

Pertanyaannya kemudian adalah: mana yang benar, memberikan kompres panas atau kompres dingin saat seseorang demam?

Jawabannya adalah kompres panas.

Ketika ada kompres panas diletakkan di bagian tubuh seperti dahi, lipatan ketiak, maupun dada, maka hipotalamus di otak akan menganggap lingkungan sekitar terasa “panas”.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved